alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gigi Hiu Megalodon Ditemukan di Cibitung Sukabumi, Ukurannya Bikin Merinding

Ari Syahril Ramadhan Senin, 27 September 2021 | 18:01 WIB

Gigi Hiu Megalodon Ditemukan di Cibitung Sukabumi, Ukurannya Bikin Merinding
Fosil gigi hiu purba Megalodon yang ditemukan di Sukabumi. [Sukabumiupdate.com]

Fosil gigi hiu Megalodon berukuran besar bisa terjual puluhan juta Rupiah.

"Warna fosil disertai urat-urat atau seratnya sudah terlihat. Beda dari yang ditemukan di Desa Gunung Sungging Surade."

Fosil gigi Megalodon yang ditemukan di Cibitung berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa dan memiliki harga bervariasi, tergantung ukuran dan tingkat kemulusan.

Dari ukuran 10 hingga 16 centimeter, harganya bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta. Namun untuk yang terbilang cacat, berkisar Rp 3 hingga 4 juta, bahkan terkadang hanya ratusan ribu.

"Penambangannya tidak sendiri, tapi tiga hingga empat orang dengan menggunakan hamer dan balincong. Menggali ke kedalaman 4 hingga 5 meter," kata Cepi.

Baca Juga: Polisi Autopsi Jasad Anggota Ormas Tewas Bentrok di Perbatasan Sukabumi-Cianjur

Ia biasa menjual fosil tersebut ke pembeli dari Surade.

Kepala Desa Cibodas Hikmat Ginanjar mengatakan para penambang melakukan aktivitasnya di lahan pribadi. Namun Hikmat mengakui sempat ada yang menambang di lahan aset desa yang berlokasi di dekat objek wisata Puncak Pantun.

"Namun yang di lahan aset desa sudah diberhentikan. Kalau di lahan pribadi, kami tidak bisa apa-apa. Tapi ada rencana untuk menjadikan penemuan fosil itu dilestarikan dengan adanya museum," kata Hikmat.

Seperti diketahui, Desa Gunung Sungging di Kecamatan Surade disebut peneliti geologi dan paleontologi sebagai playground atau tempat bermainnya Megalodon atau hiu purba.

Surade jutaan tahun lalu adalah lautan dan termasuk laut dalam, sehingga menjadi lokasi favorit Megalodon berburu mangsa, salah satunya menyergap jalur migrasi ikan paus.

Baca Juga: Satu Orang Tewas dalam Bentrok Ormas, Polisi Ciduk Anggota Pemuda Pancasila dan BPPKB

Julukan ini diberikan peneliti Museum Geologi, Unggul Prasetyo Wibowo, saat memberikan materi edukasi tentang fosil gigi Megalodon di Desa Gunung Sungging, Senin, 15 Februari 2021.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait