Harga Telur Ayam Anjlok hingga Bikin Peternak Menjerit, Pemerintah Sarankan Hal Ini

Harga jual telur ayam yang rendah akan sangat terasa sekali dampaknya bagi peternak. Mereka bahkan terancam gulung tikar.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 28 September 2021 | 07:30 WIB
Harga Telur Ayam Anjlok hingga Bikin Peternak Menjerit, Pemerintah Sarankan Hal Ini
ILUSTRASI penjual telur ayam di pasar tradisional. [Suara.com/Wivy]

Sampai saat ini, jumlah peternak ayam petelur di Kota Banjar ada sekitar 50 peternak dengan jumlah populasi sekitar 36 ribu ekor ayam petelur.

Dari jumlah tersebut, menghasilkan produksi telur sebanyak 38-39 ton per bulan atau sekitar 456-468 ton per tahunnya.

Sedangkan jumlah kebutuhan telur di Kota Banjar yaitu sekitar 1600 ton per tahun atau 133 ton per bulan.

Sehingga, jumlah telur tersebut sementara ini masih belum bisa memenuhi stok kebutuhan yang ada di Banjar.

Baca Juga:Peternak Blitar Bagikan 100 Ekor Ayam dan 1,5 Ton Telur Gratis

Sebelumnya, peternak ayam petelur di Dusun Pananjung Timur Desa Sinartanjung Een Supendi mengeluhkan anjloknya harga telur ayam yang mencapai Rp 16 ribu per kilo gram di tingkat peternak.

Ia bersama teman-teman profesinya, meminta tolong kepada pihak pemerintah untuk menstabilkan antara harga telur ayam dan pakan yang harganya tinggi. Hal ini agar para peternak tidak terus menerus merugi.

“Kalau seperti ini terus lama-lama peternak ayam bisa bubar karena tidak ada keuntungannya. Makanya kami ingin harga telur stabil. Jangan harga pakan selangit tapi harga telur merosot. Cuma itu saja harapan saya, ada keseimbangan,” kata Een.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak