alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Panas! Acara Partai NasDem Diwarnai Aksi Banting Kursi

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 29 September 2021 | 20:00 WIB

Panas! Acara Partai NasDem Diwarnai Aksi Banting Kursi
Kericuhan yang terjadi di acara Partai NasDem di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (29/9/2021). [Tangkapan Layar]

Bahkan beberapa kader Partai NasDem sempat akan terlibat adu pukul walaupun akhirnya berhasil dicegah dan dilerai oleh kader lainnya.

SuaraJabar.id - Pembahasan struktur dan perkenalan kepengurusan baru di tubuh DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (29/9/2021) diwarnai kericuhan.

Seperti diketahui, DPD Partai NasDem KBB kini memiliki Ketua baru yakni Ade Sudrajat. Ia menggantikan Aa Umbara Sutisna yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi Bansos Covid-19.

Berdasarkan video yang beredar, awalnya rapat berlangsung kondusif. Namun tiba-tiba berubah menjadi panas ketika Dewan Pakar DPD NasDem KBB Dede Sofyan mempertanyakan legalitas SK kepengurusan yang baru.

Sejumlah kader sempat terlibat saling dorong dan membanting kursi karena merasa aspirasinya tidak diakomodir pimpinan rapat. Bahkan beberapa kader sempat akan terlibat adu pukul walaupun akhirnya berhasil dicegah dan dilerai oleh kader lainnya.

Baca Juga: Lapas Perempuan Pontianak Ricuh, Ada Bakar-bakaran

Hal itu yang memancing Dede Sofyan terlibat adu argumen sehingga suasana menjadi kisruh. Dirinya mempertanyakan etika soal pemberian SK pengurus. Sebab sebelumnya agenda pemberian SK di berikan dalam forum rapat resmi.

Namun yang disayangkannya, dirinya justru mengetahui ada turunnya SK di media sosial yang beredar sejak enam hari lalu. Sehingga dirinya menanyakan secara resmi mengenai legalitas SK itu di forum rapat kali ini.

"Saya mempertanyakan legalitas SK, itu wajar. Kan biasanya diberikan di rapat ini malah sudah beredar di medsos," ungkap Dede yang tidak mengetahui siapa yang menyebarkan SK tersebut di medsos.

Ketua DPD NasDem KBB, Ade Sudradjat Usman mengatakan, adanya kekisruhan yang sempat mewarnai rapat adalah hal biasa. Itu terjadi akibat miskomunikasi informasi yang tidak sampai ke pengurus.

Sehingga menjadi catatan ke depan bahwa segala informasi akan disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya.

Baca Juga: Sempat Terjadi Kericuhan, Begini Kondisi Lapas Perempuan Pontianak

"Itu hanya miskomunikasi saja, dan memang soal SK kepengurusan diputuskan tanggal 19 Agustus 2021 dan diterima 25 September 2021. Jadi memang waktunya mepet karena semua harus sudah langsung bergerak untuk Mei dan November 2024," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait