alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemkab Cianjur Didesak Buat Rencana Matang Terkait Kemiskinan

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:37 WIB

Pemkab Cianjur Didesak Buat Rencana Matang Terkait Kemiskinan
ILUSTRASI-Warga membawa gerobak berjalan di Pancoran Buntu 2, Jakarta, Selasa (7/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Berdasarkan data BPS dan DTKS Cianjur, jumlah penduduk miskin mencapai 300 ribu orang dan 90 ribu di antaranya miskin ekstrem.

SuaraJabar.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur didesak untuk membuat program perencanaan secara matang terkait penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem.

Desakan itu disampaikan DPRD Cianjur usai Cianjur masuk wilayah penduduk miskin ekstrem tertinggi kelima di Jabar.

Wakil Ketua DPRD Cianjur Deden Nasihin mengaku prihatin dengan tingginya angka kemiskinan di daerah itu. Berdasarkan data BPS dan DTKS Cianjur, jumlah penduduk miskin mencapai 300 ribu orang dan 90 ribu di antaranya miskin ekstrem.

"Tentu prihatin dengan banyaknya warga miskin, Cianjur masuk lima besar jumlah warga miskin ekstrem terbanyak di Jabar. Sehingga, menurut kami pemberian bantuan sosial tunai bukan solusi," katanya, Rabu (6/10/2021) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Abdul Hayat Dukung Sinergitas Penanganan Fakir Miskin di Sulawesi Selatan

Pemberian bantuan sosial hanya bersifat sementara, bahkan jika diberikan secara berkepanjangan akan membentuk kebiasaan kurang baik, dimana masyarakat terbiasa menunggu dan menerima bantuan.

Pemerintah daerah, ungkap dia, jangan sampai terlena dan menganggap masalah kemiskinan selesai dengan banyaknya bantuan yang diberikan, mulai dari bantuan daerah hingga dari pusat. Namun, harus dicarikan program yang tepat sasaran agar angka kemiskinan menurun.

"Jangan dianggap bisa menarik bantuan dari pusat masalah selesai, malah seharusnya daerah bisa mencari solusi lain agar penerima bantuan berkurang yang menandakan kemiskinan menurun," katanya.

Pemkab harus membangun ekosistem perekonomian yang baik, mulai dari penyediaan lapangan pekerjaan, pemberian modal untuk UMKM, hingga peningkatan kualitas pendidikan, sehingga masyarakat dapat tergerak untuk meningkatkan status ekonominya.

"Bentuk karakter masyarakat yang mau berusaha, terutama menyediakan lapangan kerja dan permodalan bagi yang mau berwirausaha. Selain itu, pendidikan juga harus diperhatikan, karena pendidikan yang rendah salah satu faktor kemiskinan," katanya.

Baca Juga: BRUK! Atap Kantor Kecamatan Sukaluyu di Cianjur Ambruk, Warga dan Staf Terluka

Pemerintah harus serius dalam pembentukan ekosistem tersebut agar kemiskinan dapat selesai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait