Abrasi Laut dan Rusaknya Lingkungan, Bikin Petambak Garam di Pesisir Cirebon Menjerit

Abrasi air laut yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Cirebon karena rusaknya lingkungan sekitar berdampak pada sulitnya petambak memroduksi garam.

Chandra Iswinarno
Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:02 WIB
Abrasi Laut dan Rusaknya Lingkungan, Bikin Petambak Garam di Pesisir Cirebon Menjerit
Petambak garam saat memanen garam di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/10/2021). [ANTARA/Khaerul Izan]

SuaraJabar.id - Abrasi air laut yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Cirebon karena rusaknya lingkungan sekitar berdampak pada sulitnya petambak memroduksi garam.

Kondisi tersebut dialami petambak garam di Desa Rawaurip, Kabupaten Cirebon.

"Sekarang produksi garam kita juga terganggu abrasi," kata petambak garam Cirebon Ismail seperti dikutip Antara di Cirebon pada Minggu (10/10/2021).

Dia mengemukakan, abrasi atau rob yang terjadi di Desa Rawaurip, Kecamatan Penanganan sudah berlangsung dalam waktu dua tahun terakhir.

Baca Juga:Asal Usul Kebudayaan Jawa Barat, Makanan Khas, Bahasa Hingga Seni Tari

Lantaran itu, petambak yang sedang memproduksi garam mengeluhkan air laut yang sering pasang, sehingga produksinya pun gagal total, dan itu membuat kerugian bagi para petambak.

Abrasi tersebut, kata Ismail, dikarenakan lingkungan sekitar terutama bibir pantai mengalami kerusakan, sehingga tidak ada tanggul alami untuk mencegah air laut masuk ke areal tambak.

"Sudah dua tahun ini sebagian petani garam kita menangis. Sebab sebagian lahan garam mereka sering kali terendam air laut pasang, yang mengakibatkan petani tidak bisa mengolah lahan mereka," tuturnya.

Karena itu, para petambak meminta perhatian pemerintah dalam mengatasi abrasi agar petambak garam bisa kembali berproduksi seperti sediakala.

"Harapan kami tentu ada solusi dari Pemerintah Pusat untuk mengatasi terjadinya abrasi ini. Supaya petani garam bisa kembali menggarap lahan mereka," ujarnya.

Baca Juga:Tempat Isoman Terpusat Ditutup, Kasus Aktif COVID-19 di Kota Cirebon Tinggal 3 Orang

Sementara petambak lainnya, Ilyas mengatakan, abrasi telah memperparah nasib para petambak garam. Diungkapkannya, selain harga yang anjlok, kini produksi pun terganggu.

"Harga sudah anjlok, tapi belakangan ini kami dihadapkan dengan abrasi. Sehingga produksi pun menjadi tersendat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak