alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kabupaten Garut: Berawal Pembubaran Kabupaten Limbangan oleh Daendels

Dinar Surya Oktarini Rabu, 24 November 2021 | 14:57 WIB

Sejarah Kabupaten Garut: Berawal Pembubaran Kabupaten Limbangan oleh Daendels
Leuwi Tonjong (@byueatworld dan @penikmat.garut)

Menambah pengetahuan, berikut sejarah Kabupaten Garut.

SuaraJabar.id - Pada tahun 1811 sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan oleh Daendels dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan turun hingga titik paling rendah dan bupatinya menolak perintah menanam nila (indigo). Letnan Gubernur di Indonesia pada tanggal 16 Februari 1813 dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Keberadaan Suci untuk sebuah Kota Kabupaten dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

Oleh sebab itu, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya pada tahun 1813-1831 membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya panitia menemukan tempat yaitu Cimurah, jaraknya sekitar 3Km sebelah Timur Suci. Namun ditempat itu sulit untuk mendapatkan air bersih sehingga tidak cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Kemudian panitia melajutkan mencari tempat sekitar 5 Km kearah Barat Suci dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Di tempat itu terdapat tanahnya subur, memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk, dan pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak. 

Suasana pegunungan di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Antara/dok. Feri Purnama)
Suasana pegunungan di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Antara/dok. Feri Purnama)

Asal mula rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". Karena salah satu panitia ”kakarut” atau tergores ketika menemukan mata air telaga kecil yang tertutup semakn belukar berduri (Marantha). Seorang Eropa turut serta dalam rombongan tersebut. Seorang Eropa tersebut ikut membenahi atau “ngabaladah” tempat itu. Ketika orang Eropa melihat salah satu panitia terluka kemudian langsung bertanya,”mengapa berdarah?” seorang panitia yang terluka itupun menjawab tangannya kakarut. Orang Eropa tersebut menirukan kata itu dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi “gagarut”. 

Lokasi telaga Ci Garut sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut. Setelah penemuan Ci Garut ini, daerah tersebut dikenal dengan sebutan Garut. Sebutan itu disetujui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten LImbangan.

Baca Juga: Ini Motif AS Sebar Video Syur 19 Detik Selebgram RM

Peletakkan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana ibukota, seperti tempat tinggal, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, dan alun-alun pada tanggal 15 September 1813. Bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik di depan pendopo, antara alun-alun dengan pendopo terdapat "Babancong". Setelah tempat-tempat tersebut selesai dibangun, Ibu Kota Kabupaten Limbangan pada tahun 1821 pindah dari Suci ke Garut. 

Pada tanggal 1 Juli 1913 nama Kabupaten Limbangan diganti menjadi Kabupaten Garut dan beribu Kota Garut, hal itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jendral No. 60 tetanggal 7 Mei 1913. Pada masa itu yang sedang menjabat sebagai Bupati adalah RAA Wiratanudatar (1871-1915). Saat itu Kota Garut meliputi tiga desa, yakni Desa Kota Kulon, Desa Kota Wetan, dan Desa Margawati. Kabupaten Garut meliputi Distrik-distrik Garut, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang dan Pameungpeuk.

RAA Wiratanudatar digantikan oleh keponakannya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929) pada tahun 1915. Pada tanggal 14 Agustus 1925 pada masa pemerintahannya, berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Kabupaten Garut disahkan menjadi daerah pemerintahan yang berdiri sendiri (Otonom). Kabupaten Garut berhak menjalankan wewenang yang bersifat otonom dalam beberapa hal, yaitu berhubungan dengan masalah pemeliharaan jalan-jalan, jembatan-jembatan, kebersihan, dan poliklinik. Selama periode 1930-1942, Bupati yang menjabat di Kabupaten Garut adalah Adipati Moh. Musa Suria Kartalegawa. Ia diangkat menjadi Bupati Kabupaten Garut pada tahun 1929 menggantikan ayahnya Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929).

Dalam sejarah Kabupaten Garut juga terdapat pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan di wilayah Kabupaten Garut. Berikut nama-nama pahlawan yang berjuang di Kabupaten Garut.
1. Raden Ayu Lasminingrat (1843 – 1948)
2. Raden Hadji Moehamad Moesa (1882 – 1886)
3. RAA Adiwidjaya
4. Prof. KH. Anwar Musaddad (3 April 1909 – 21 Juli 2000)
5. KH. Yusuf Tauzirie
6. Achmad Noe'man (10 Oktober 1926 – 4 April 2016)

Di Kabupaten Garut juga memiliki senjata tradisional yaitu keris. Keris merupakan salah satu senjata tradisional yang paling terkenal, baik kerena fisik maupun sejarahnya yang panjang. 

Baca Juga: Fakta-fakta Video Syur 19 Detik Garut, Pemeran Pria Ditangkap di Bekasi

Setelah mengetahui sejarah Kabupaten Garut, kini kita juga harus mengetahui daftar Bupati Kabupaten Garut. Berikut adalah daftar nama Bupati Garut.
1. RAA Adiwijaya menjabat pada tahun 1813-1831
2. RAA kusumadinat menjabat pada tahun 1831-1833
3. Tumenggung Jaya Diningrat menjabat pada tahun 1833-1871
4. Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII menjabat pada tahun 1871-1915
5. RAA Soeria Kartalegawa menjabat pada tahun 1915-1929
6. RAA Muh. Musa Suria Kertalegawa menjabat pada tahun 1929-1944
7. R. tumenggung Edung Suriaputra menjabat pada tahun 1944-1945
8. R. Kalih Wiraatmadja menjabat pada tahun 1945-1948
9. R. Tumenggung Agus Padmanagara menjabat pada 1948-1949
10. R. Tumenggung Kartahudaya menjabat pada tahun 1949-1950
11. R. Moh. Sabri Kartasomantri menjabat pada tahun 1950-1956
12. R. Moh. Kartanegara menjabat pada tahun 1956-1959
13. R. Gahara Widjaja Suria menjabat pada tahun 1959-1966
14. Letkol Akil Ahyar Mansyur menjabat pada tahun 1966-1967
15. R. M. Bob Yacob Ishak menjabat pad tahun 1967-1972
16. Drs. R. MOh. Syamsudin menjabat pada tahun 1972-1973
17. Ir. Hasan Wirahadiku Sumah menjabat pada tahun 1973-1978
18. Letkol Iman Sulaeman menjabat pada tahun 1978-1983
19. Letkol Kav Taufik Hidayat menjabat pada tahun 1983-1988
20. Momon Gandasasmita, S. H. menjabat pada tahun 1988-1993
21. Drs. H. Toharudin Gani menjabat pada tahun 1993-1998
22. Drs. H. Dede Satibi menjabat pada tahun 1999-2004
23. H. Gus Supriadi menjabat pada tahun 2004-2009
24. H. Aceng H. M. Fikri, S. Ag menjabat pada tahun 13 Juni 2009-25 Februari 2013
25. H. Agus Hamdani G.S., S. Pd. I. menjabat pada tahun 25 Februari 2013- 23 Januarai 2014
26. H. Rudy Gunawan, S. H., M. H., M. P. menjabat pada 23 Januari 2014-Petahana

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait