alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polresta Bogor Kota Gerebek Warga Belum Vaksin di Pasar Anyar

Erick Tanjung Selasa, 30 November 2021 | 11:26 WIB

Polresta Bogor Kota Gerebek Warga Belum Vaksin di Pasar Anyar
Ilustrasi--Aparat kepolisian gerebek vaksin bagi pengunjung dan pedagang di Pasar Anyar, Bogor. [Suara.com/Alfian Winanto]

Warga yang kedapatan belum memiliki bukti vaksinasi kemudian diantar ke SDN Pengadilan 1 yang berada tepat di tengah pasar.

SuaraJabar.id - Polres Bogor Kota, Jawa Barat, mengadakan gerebek vaksin bagi pengunjung dan pedagang di Pasar Anyar untuk menjaring warga yang belum divaksin Covid-19.

Pantauan Antara di Pasar Anyar, Selasa (30/11/2021), puluhan petugas Polresta Bogor Kota dibantu petugas Satpol PP terpencar di beberapa titik sekitar pasar untuk bertanya ke setiap pengunjung dan pedagang.

Warga yang kedapatan belum memiliki bukti vaksinasi kemudian diantar ke SDN Pengadilan 1 yang berada tepat di tengah pasar. Ada pula warga yang sengaja mendatangi lokasi vaksinasi tersebut karena ingin mendapatkan vaksin Covid-19.

Sejumlah hal unik terjadi mulai dari tidak membawa kartu tanda penduduk atau KTP, takut divaksin hingga sibuk bekerja. Meskipun begitu, petugas tetap mengedukasi warga dan melayani dengan baik untuk melaksanakan prosedur.

Baca Juga: Pemprov Jabar Bakal Cari Biang Kerok Banjir Bandang Garut

Warga hanya diminta menunjukkan KTP sebagai syarat vaksinasi dan tidak terbatas untuk warga Kota Bogor. Petugas pun mendapati pedagang dan pengunjung maupun pekerja lain yang beralamat di Padang, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor.

Salah seorang petugas pengarah vaksinasi yang bertugas di depan gerbang di SDN Pangadilan 1, Bribda Firhan Ramadhan mengatakan warga yang mengikuti vaksinasi memang dari beberapa daerah, meskipun masih didominasi warga Kota Bogor.

"Kalau yang terlihat, sampai jam 10.00 WIB ini kira-kira 150 warga lebih sudah terjaring, ayo bu masuk," ujar Firhan sambil mengarahkan warga.

Sementara itu, salah seorang warga RT002/RW005 Kampung Urug Tonggoh, Desa Urug Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Dede saat diwawancarai ketika melakukan proses pendaftaran mengaku sengaja mendatangi lokasi vaksinasi karena tetap ingin bisa melakukan aktivitasnya sebagai tukang becak di sekitar pasar.

"Saya kan tukang becak, kalau KTP di Kabupaten Bogor, cuma saya tinggal di becak saja selama ini, kalau dapat uang baru pulang. Saya tidak ingin disuruh pulang karena belum vaksin," tuturnya.

Baca Juga: Buruh Sebut Ridwan Kamil "Main Belakang"

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait