facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buruh Sebut Ridwan Kamil "Main Belakang"

Ari Syahril Ramadhan Senin, 29 November 2021 | 17:35 WIB

Buruh Sebut Ridwan Kamil "Main Belakang"
Ribuan buruh menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kota bandung untuk mengawal penetapan UMK 2022. [Suara.com/M Dikdik RA]

"Tadi malam kami melakukan zoom meeting dengan Gubernur, Kapolda dan lainnya, tidak ada tuh Pak Gubernur ngomong itu akan dikembalikan (rekomendasi UMK direvisi)," tegasnya.

SuaraJabar.id - Ribuan buruh tumpah ruah menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/11/2021). Mereka menuntut agar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menetapkan kenaikan upah minimum kota/kabupaten atau UMK 2022 sesuai dengan rekomendasi terakhir yang sudah disampaikan bupati-walikota.

Kalangan buruh mengaku kecewa setelah mendapat kabar bahwa Ridwan Kamil memberi instruksi agar rekomendasi UMK 2022 dari bupati-walikota direvisi.

"Tadi pagi kami menerima informasi dari beberapa bupati yang menginfokan, katanya mereka disuruh merevisi rekomendasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Pengupahan," ungkap Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Jawa Barat, Roy Jinto, di lokasi.

Ia menuturkan, rekomendasi kenaikan UMK dari pihak pemerintah kabupaten/kota memiliki besaran yang beragam, dari mulai 3-18 persen.

Baca Juga: Demo di Kantor Gubernur Khofifah, Buruh Tolak Upah Murah

Diketahui, rekomendasi kenaikan UMK tertinggi di Bandung Raya adalah Kabupaten Bandung (10 persen).

Disusul Kota Cimahi (8,5 persen), Kabupaten Bandung Barat (7 persen) sementara Kota Bandung (3,12 persen).

"Semua yang diserahkan (rekomendasi) kepada gubernur itu sudah matang dari walikota-bupatinya," katanya.

"Tadi malam kami melakukan zoom meeting dengan Gubernur, Kapolda dan lainnya, tidak ada tuh Pak Gubernur ngomong itu akan dikembalikan (rekomendasi UMK direvisi). Tapi pagi-pagi kita terima info seperti tadi," imbuh Roy.

Suara.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut salah satunya kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, UU Rukmana, sebagai wilayah dengan rekomendasi kenaikan UMK tertinggi Di Bandung Raya. Namun, hingga berita ini ditulis suara.com belum mendapatkan tanggapan.

Baca Juga: Aksi Buruh Memanas, Pagar Pembatas Gedung Sate Roboh

Untuk diketahui, kebanyakan buruh yang berunjuk rasa berasal dari Bandung Raya. Sebagian adapula dari Karawang, Cianjur, hingga Subang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait