alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hindari Penyusup, Massa Buruh Pindah ke Lapangan Gasibu

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 30 November 2021 | 22:44 WIB

Hindari Penyusup, Massa Buruh Pindah ke Lapangan Gasibu
Buruh bertahan di Lapangan Gasibu, Bandung hingga Selasa (30/11/2021). Mereka menunggu penetapan UMK 2022. [Suara.com/M Dikdik RA]

"Ketika (UMK) tidak sesuai (rekomendasi bupati-walikota) kita sudah konsolidasi akan mogok nasional di tanggal 7 dan 8 Desember," tegas Ketua KASBI Jawa Barat.

SuaraJabar.id - Massa buruh yang mengawal penetapan UMK 2022 masih bertahan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021). Kekinian, sampai pukul 22.10 WIB, mereka berkumpul di Lapangan Gasibu.

Hal ini merupakan instruksi dari jajaran pimpinan serikat buruh guna menjaga kondisi agar tetap kondusif.

Berdasarkan informasi yang didapat suara.com dari beberapa pimpinan serikat, mereka mengantisipasi kemungkinan adanya massa bukan buruh yang menyusup dan memancing kericuhan.

Buruh masih bertahan lantaran hingga malam ini belum ada pertemuan dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Buruh pun akan bertahan hingga pukul 00.00, tenggat penetapan UMK 2022.

Baca Juga: 778 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM Gelombang Ketiga

Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) wilayah Jawa Barat, Sudaryanto menegaskan, anggotanya akan bertahan untuk mengetahui langsung penetapan UMK 2022 tersebut.

"Kami akan bertahan di sini untuk mendengar putusan Gubernur, SK-nya (surat keputusan) seperti apa, sih. Apakah akan berpihak kepada rakyat Jabar atau tidak. Di situlah akan kelihatan nurani gubernur akan sampai mana," katanya kepada Suara.com.

"Ketika (UMK) tidak sesuai (rekomendasi bupati-walikoya) kita sudah konsolidasi akan mogok nasional di tanggal 7 dan 8 Desember," tegasnya.

Senada, Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat FSPMI, Sabilar Rosyad menegaskan, pihaknya belum mendapatkan kepastian apakah Ridwan Kamil akan menemui buruh atau tidak.

"Sampai saat ini kita belum ada kepastian gubernur mau menemui kita, tetapi bapak Kapolda dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea berupaya untuk meyakinkan gubernur untuk mau bertemu. Untuk diskusi, karena menyelesaikan persoalan itu dengan diskusi bukan dengan lari," jelasnya.

Baca Juga: Demo Sampai Malam, Akhirnya Buruh dan Pemprov Jatim Capai Kesepakatan

Pantauan di lokasi, Jalan Diponegoro telah dibukan kembali. Arus lalulintas mulai kembali normal. Sementara, jumlah massa buruh pun telah menyusut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait