alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

778 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM Gelombang Ketiga

Ari Syahril Ramadhan Selasa, 30 November 2021 | 20:39 WIB

778 Sekolah di Kota Bandung Siap Gelar PTM Gelombang Ketiga
ILUSTRASI - Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna meninjau uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMP Santo Yusup, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). [ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi]

Kalau protokol kesehatannya bagus akan dinaikkan lagi tahapnya meskipun tetap harus menunggu regulasi dari Kemendagri, kata dia.

SuaraJabar.id - Sebanyak 778 sekolah di Kota Bandung siap menggelar melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada gelombang ketiga yang sedang menunggu hasil verifikasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum PPSD Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jajang Hernawan.

Ia mengatakan nantinya data 778 sekolah itu bakal dievaluasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Bandung.

"Nantinya, Disdik akan mengolektifkan untuk dilaporkan kemudian hasilnya nanti akan diplenokan (Satgas)," kata Jajang, Selasa (30/11/2021) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Sempat Memanas, Ribuan Buruh di Depan Gedung Sate Kini Gelar Aksi Diam

Menurut Jajang, sejak Juni 2021 lalu ada sebanyak 330 sekolah dari semua jenjang pendidikan di Kota Bandung mulai melaksanakan PTMT gelombang pertama.

Lalu pada September 2021 sebanyak 1.677 sekolah menyusul menggelar PTM di gelombang kedua.

Pelaksanaan PTM itu pun digelar dengan sejumlah pembatasan. Mulai dari pembatasan kapasitas siswa dan guru sebesar 25 hingga 50 persen, hingga pembatasan jam pembelajaran.

Jajang mengatakan, Disdik Kota Bandung akan terus memantau perkembangan level kewaspadaan dengan memperhatikan regulasi yang ada.

“Kalau protokol kesehatannya bagus akan dinaikkan lagi tahapnya meskipun tetap harus menunggu regulasi dari Kemendagri,” katanya.

Baca Juga: Rider Motor Sport Terjungkal, Perbaikan Jalan Raya Cihampelas Kembali Makan Korban

Selain itu, Jajang mengatakan pihaknya bakal terus melakukan pengawasan guna mencegah timbulnya kasus COVID-19 di sektor pendidikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait