- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merombak mobil dinas Mercedes-Benz operasional menjadi ambulans darurat menjelang Lebaran 2026.
- Ambulans darurat ini akan dioperasikan penuh oleh Dinas Kesehatan khusus untuk siaga di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
- Transformasi ini terinspirasi insiden pemudik melahirkan darurat di Tol Cipali tanpa fasilitas medis memadai sebelumnya.
SuaraJabar.id - Di garasi Gedung Sate, terparkir sebuah Mercedes-Benz berukuran bongsor. Bagi kebanyakan pejabat, kendaraan pabrikan Eropa ini adalah simbol prestise, kenyamanan tingkat tinggi, dan kemewahan fasilitas negara. Namun, di mata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kemewahan itu justru terasa mengganjal nuraninya.
Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 2026, Dedi mengambil langkah yang tak biasa. Alih-alih menikmati empuknya jok kulit VIP untuk kunjungan kerja, ia justru merelakan kendaraan dinas operasionalnya itu dirombak total menjadi ambulans darurat.
Sasarannya jelas untuk membelah padatnya arus lalu lintas di salah satu urat nadi paling vital dan rawan di Jawa Barat, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
“Di kantor Gubernur, Pemda Jawa Barat ini punya mobil Mercy besar. Itu sebenarnya mobil operasional Gubernur. Tapi menurut saya, itu tidak efektif buat saya. Akhirnya, mobil itu sudah saya renovasi,” ungkap Dedi, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga:Akhir Perjalanan Duo Bandit: Menjarah Laptop Santriwati Tasikmalaya, Berakhir di Balik Jeruji Besi
Nantinya, "Mercy Penyelamat" ini tak akan lagi dikemudikan oleh ajudan pribadi gubernur, melainkan diserahkan penuh pengoperasiannya kepada Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Jawa Barat untuk bersiaga penuh selama musim mudik 2026.
Keputusan merelakan aset mewah ini bukanlah sekadar gimmick inovasi tanpa alasan. Ada sebuah memori kelam yang terus membekas di benak mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Dedi teringat pada sebuah insiden memilukan ketika seorang pemudik perempuan terpaksa meregang nyawa bertarung dengan persalinan di tengah bising dan debu jalan tol.
Tanpa fasilitas medis, perempuan itu akhirnya melahirkan di bahu jalan Tol Cipali dengan bantuan seadanya dari anggota kepolisian lalu lintas yang tengah berpatroli.
“Saya belajar dari pengalaman masa lalu itu. Ada ibu yang terpaksa melahirkan di Tol Cipali, dan anggota polisi yang menolong waktu itu. Karena itulah, ambulans darurat ini akan diluncurkan khusus di Tol Cipali,” kenang Dedi dengan nada prihatin.
Baca Juga:Petaka Balon Terbang di Tengah Hujan: Akhir Pilu Pencarian 3 Hari Bocah 5 Tahun di Ciamis
Kini, kabin mewah Mercedes-Benz tersebut telah disulap. Tak ada lagi interior standar pejabat. Bagian dalamnya telah dimodifikasi menjadi fasilitas medis mini yang mumpuni, didesain khusus untuk penanganan persalinan darurat tingkat tinggi serta kondisi kritis lainnya di jalan raya.
Bagi Dedi, keselamatan warga jauh lebih berharga daripada kebanggaan menaiki mobil dinas mewah. Ia berharap, transformasi Mercy ini menjadi tameng pelindung bagi para pemudik. Tidak boleh ada lagi pemandangan memilukan di mana seorang ibu harus bertaruh nyawa di atas aspal panas.
“Jadi, kalau nanti ada ibu hamil yang harus melahirkan darurat, persalinannya di dalam Mercy, fasilitasnya lengkap. Tidak di pinggir jalan lagi,” pungkasnya.
Lebaran 2026 ini, di tengah ribuan kendaraan yang memadati Tol Cipali, pemudik akan melihat sebuah Mercy besar bersiaga. Bukan membawa seorang pejabat negara, melainkan membawa harapan dan jaminan nyawa dari pemerintahnya.
Artikel ini telah dimuat di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Dedi Mulyadi Ubah Kendaraan Operasional Jadi Ambulans Darurat di Tol Cipali"