facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Air Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Karawang Terendam Banjir

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 20 Januari 2022 | 05:00 WIB

Air Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Karawang Terendam Banjir
ILUSTRASI - Foto udara suasana pemukiman warga yang masih terendam banjir, di Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Kamis (25/2/2021). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Ketinggian air banjir Karawang dilaporkan mencapai 10-30 sentimeter.

SuaraJabar.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Yasin Nasrudin mengatakan, ribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terendam banjir pada Rabu (19/1/2022).

kondisi itu kata dia, disebabkan oleh meluapnya sungai dan saluran irigasi di daerah tersebut.

"Banjir itu akibat aliran sungai dan saluran irigasi tersendat," kata Yasin Nasrudin, Rabu (19/1/2022) malam dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan hujan yang terjadi di Karawang selama beberapa hari terakhir mengakibatkan air di saluran irigasi meninggi. Begitu juga dengan aliran sungai buangan, kondisi airnya meningkat.

Baca Juga: Cerita Warga Tegal Alur di Pengungsian: Banjir Terparah Dalam 2 Tahun Terakhir

Akibat kondisi tersebut terjadi luapan air karena kondisi saluran air yang dipenuhi sampah.

"Kami sudah mengimbau agar di daerah itu dilakukan kerja bakti untuk bersih-bersih, agar sampah tidak menutup aliran sungai," katanya.

Sementara itu, sesuai dengan pendataan yang dilakukan pihak kecamatan setempat, terdapat sekitar 6.000 rumah yang terdampak banjir Karawang akibat luapan sungai dan saluran irigasi.

Untuk ketinggian air dilaporkan mencapai 10-30 centimeter.

Selain di wilayah Kecamatan Batujaya, banjir pada Rabu ini juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. Penyebabnya sama, meluapnya saluran irigasi dan sungai atau saluran pembuang.

Baca Juga: Dampak Tol JORR II Kecamatan Benda Banjir, Arief: Pembangunan Bukan Memperburuk

BPBD berharap agar pada musim hujan seperti sekarang ini warga mengaktifkan gotong-royong atau kerja bakti untuk membersihkan saluran air yang ada di daerahnya masing-masing.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait