Masjid Nurul Wathon Bogor mencatatkan rekor pembangunan kilat hanya dalam delapan bulan, sementara Masjid Al Jabbar Bandung membutuhkan waktu enam tahun karena kerumitan desain serta skala proyek provinsi yang jauh lebih besar.
Pemerintah Kabupaten Bogor mengedepankan efisiensi dengan anggaran ratusan miliar untuk Nurul Wathon, sangat kontras dengan Al Jabbar yang menelan biaya fantastis satu triliun rupiah demi kemewahan arsitektur dan kapasitas masif.
Al Jabbar mempesona dengan arsitektur futuristik terapung sebagai ikon Jawa Barat, sedangkan Nurul Wathon hadir dengan konsep miniatur Mekkah yang fokus menjadi pusat edukasi manasik haji serta umrah bagi warga.
SuaraJabar.id - Provinsi Jawa Barat kini memiliki dua magnet wisata religi raksasa yang menjadi kebanggaan warganya.
Jika Bandung punya Masjid Raya Al Jabbar yang fenomenal, kini Kabupaten Bogor tidak mau kalah dengan menghadirkan Masjid Raya Nurul Wathon di kawasan Pakansari.
Meski sama-sama megah, kedua masjid ini memiliki latar belakang pembangunan yang sangat kontras bak bumi dan langit, terutama dari segi durasi pengerjaan dan anggaran.
Kehadiran Nurul Wathon yang begitu cepat dibangun Bupati Bogor, Rudy Susmanto di awal tahun 2026 ini memicu perbandingan menarik dengan bangunan dibangun eks Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Al Jabbar. Berikut adalah ulasan mendalamnya:
Baca Juga:Siap-siap Ramadan! Masjid Raya di 40 Kecamatan Bogor Bakal Dirombak, Ini Bocoran Anggarannya
1. Adu Kecepatan: Sprint vs Marathon
Perbedaan paling mencolok terletak pada durasi pembangunan. Masjid Nurul Wathon mencatatkan rekor konstruksi yang luar biasa cepat.
Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto berhasil menyulap lahan kosong menjadi masjid megah hanya dalam waktu 8 bulan.
Sebaliknya, Masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung, melalui proses marathon yang panjang. Digagas sejak era Gubernur Ahmad Heryawan pada 2017 dan dieksekusi matang di era Ridwan Kamil, masjid ini memakan waktu sekitar 5 hingga 6 tahun hingga benar-benar rampung dan diresmikan pada akhir 2022.
2. Budget: Efisiensi vs Kemewahan
Baca Juga:Puncak Diserbu Wisatawan! 250 Mobil per Menit Padati Jalur, Polisi Terapkan One Way Situasional
Dari sisi anggaran, keduanya juga berada di liga yang berbeda. Masjid Nurul Wathon dibangun dengan semangat efisiensi APBD Kabupaten Bogor.
Dengan anggaran sekitar Rp112 miliar hingga Rp142 miliar (termasuk rencana pengembangan), Bogor berhasil menghadirkan fasilitas yang sangat representatif.
![Masjid Al Jabbar. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/04/28753-masjid-al-jabbar.jpg)
Bandingkan dengan Masjid Al Jabbar yang menelan biaya fantastis mencapai Rp1 triliun lebih dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Anggaran jumbo ini wajar mengingat skala Al Jabbar yang jauh lebih masif dan tingkat kerumitan arsitektur yang tinggi.
3. Konsep Arsitektur: Futuristik vs Miniatur Mekkah
Bagi Gen Z pemburu konten feed Instagram, kedua masjid ini menawarkan vibes yang berbeda total.