facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tiri Dikepung Warga Satu Kampung, Begini Kondisinya saat Ini

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 23 Maret 2022 | 13:58 WIB

Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tiri Dikepung Warga Satu Kampung, Begini Kondisinya saat Ini
ILUSTRASI Garis Polisi. [Suara.com/M.Aribowo]

Tangan pelaku kekerasan seksual itu diikat agar tidak kabur.

SuaraJabar.id - Seorang pria berinisial FA (42) asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) nyaris dihajar massa gara-gara diduga melakukan perbuatan yang memalukan pada Rabu (23/3/2022).

Pria tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur. Sebelum aparat tiba di lokasi untuk mengamankan ayah tiri itu, warga sudah berkumpul di sekitar rumah pelaku.

Ketua RT dan RW mengikat tangan pelaku agar tidak kabur. Saat pelaku dievakuasi dari dalam rumahnya, anggota polisi bersama Babinsa turun menenangkan warga. Meski sudah ditenangkan, beberapa pukulan warga mendarat di wajah pelaku.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bandung Barat, Prihatin Mulyati mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melaporkan dugaan kasus ini kepada kepolisian pada hari Minggu (20/3/2022).

Baca Juga: Keterlaluan! Pria Diduga Pedofil Terekam Lecehkan Anak di Teras Rumah Korban pada Siang Bolong

"Setelah menerima aduan, kami mendampingi korban membuat laporan ke Polres Cimahi. Kemudian mengantar korban cek visum ke rumah sakit," ungkap Prihatin pada Rabu (23/3/2022).

Ia mengungkapkan, dugaan pencabilan dilakukan terhadap anak tirinya berinisial RI pada Sabtu (19/3/2022) pagi. Agar lingkungan di sekitarnya tidak resah, pihaknya berkoordinasi dengan RT dan RW agar keluarga korban bisa ditenangkan dan warga tidak main hakim sendiri.

"Tanpa sepengetahuan warga, kita bawa korban beserta keluarganya melapor polisi. Tetapi menurut Ketua RW, sebagian warga mulai curiga bahwa di sekitar lingkungan rumahnya ada perbuatan senonoh," ujarnya.

Kekesalan warga tak terbendung, setelah kabar tindak pencabulan menyebar luas, akhirnya pada Selasa malam rumah pelaku dikepung. Beruntung, Ketua RW bisa menahan kemarahan warga.

Menurut korban, lanjut dia, tindak pencabulan FA terhadap korban dilakukan beberapa kali saat situasi rumah sedang sepi. KPAI meminta pihak berwajib menghukum seberat-beratnya pelaku.

Baca Juga: Waduh! Tak Tahan Ditinggal Bini Kerja Di Hongkong, SH Empat Kali Cabuli Anak Tiri

"Malam tadi kami menyaksikan aksi geram warga, beruntung pelaku segera diamankan. Kami berterima kasih atas tindakan cepat polisi, jika tidak, korban bakal merasa trauma karena tinggal satu rumah dengan pelaku, selain itu kami juga khawatir dia kabur," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait