facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kebun Diterjang Banjir Bandang Campur Sampah, Petani di Bandung Barat Gigit Jari

Ari Syahril Ramadhan Senin, 04 April 2022 | 18:34 WIB

Kebun Diterjang Banjir Bandang Campur Sampah, Petani di Bandung Barat Gigit Jari
Petani di Bandung Barat membersihkan kebun mereka usai terkena banjir bandang bercampur sampah. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Kami baru pertama kali mengalami hujan besar seperti kemarin sampai air sungai meluap," ujar warga setempat.

SuaraJabar.id - Lahan pertanian milik warga di Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang banjir bandang disertai lumpur pada Minggu (3/4/2022) sore.

Air sungai bercampur lumpur serta sampah rumah tangga itu melintasi area pertanian meluap dan merendam kebun warga saat hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, kebun warga di 6 RW rusak.

Bukan hanya itu, beberapa titik longsor juga mengancam pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Sukaraja-Sukarame. Selain itu, satu pom bensin mini mengalami rusak terseret banjir.

Sehari pascakejadian, pemilik kebun mengevakuasi tanaman yang rusak serta menyingkirkan sampah yang berserakan di perkebunannya.

Baca Juga: Karaoke dan Tepat Hiburan Malam di Bandung Barat Boleh Buka Selama Bulan Suci Ramadhan

"Kami baru pertama kali mengalami hujan besar seperti kemarin sampai air sungai meluap, selama ini sering turun hujan tapi jarang sampai kejadian begitu," ungkap Ketua RW, Supriadi saat ditemui pada Senin (4/4/2022).

Peristiwa bencana alam itu sempat diabadikan warga melalui video amatir di Kampung Ciputri, Desa Langensari. Banjir datang dengan cepat merendam akses jalan alternatif penghubung antar desa termasuk merusak lahan pertanian.

"Diperkirakan, lahan pertanian warga di enam RW terendam yang dilintasi aliran sungai," Supriadi.

Selain di Kampung Ciputri, banjir akibat tingginya intensitas hujan juga menyebabkan jalan raya sekitar Pasar Panorama terendam banjir setinggi 30 centimeter.

Sementara di Jalan Tangkuban Parahu, tebing setinggi 7 meter sempat menimbun akses jalan penghubung menuju Kabupaten Subang itu.

Baca Juga: Memalukan, Krisis Minyak Goreng Hingga Kartel Mafia Sawit Disorot Masyarakat Dunia

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait