Sender pun ikut kebingungan untuk menyadarkan orang tua si anak supaya tahu bahwa bocah itu tak bisa dibiarkan lebih lanjut.
Sebab, banyak warga yang meminta dan menyarankan anak ODGJ itu untuk dipasung karena ortu tak peduli dan peringai si bocah sangat menganggu ketertiban dan meresahkan warga.
Lebih lanjut, sender mengatakan bahwa anak ODGJ itu sudah berulang kali dibawa ke panti rehabilitasi jiwa atau RSJ.
Namun karena mereka memakai BPJS, sehingga ada waktu selama 2 minggu saja. Setelahnya anak ODGJ itu harus pulang.
Baca Juga:Ketinggalan dari Negara Tetangga, Pelabuhan Batuampar Akan Dilengkapi dengan Crane Modern
Cuitan itu lantas mencuri atensi warganet dan menuai beragam tanggapan di kolom komentar.
"Bawa ke kantor polisi aja, biar polisi yang urus, bilang juga kalo sekeluarga meresahkan. Kalau polisinya juga nggak peduli, ke damkar aja soalnya mereka cepet tanggep," tulis @laras***.
"Kalau ODGJnya nggak punya keluarga baru bisa dibawa dinsos, tapi ini masih punya keluarga jadi agak susah kalau ke dinsos atau RSJ," ungkap @ferdi***.
"Inimah ortunya juga gila. Pasung ortunya aja sekalian," komentar @icha***.
"Kalau susah mengganggu warga lapor RT/RW. Sebaiknya dilaporkan ke dinas sosial agar dirawat," timpal @buka***.
Baca Juga:Salut! Punya Tetangga Kaya Gini, Serasa Punya Saudara Kandung