Derita Petani di Bandung, Harga Pupuk Meroket Ditambah BBM Naik: Pemerintah seperti Gak Peduli

"Kalau harga sayuran lagi turun atau pupuk naik, pemerintah seperti tidak peduli,"

Galih Prasetyo
Minggu, 11 September 2022 | 08:04 WIB
Derita Petani di Bandung, Harga Pupuk Meroket Ditambah BBM Naik: Pemerintah seperti Gak Peduli
Petani menggunakan pompa air dengan bahan bakar gas elpiji di Bulurejo, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

SuaraJabar.id - Petani di Bandung Barat, Jawa Barat mengeluhkan kondisi morat marit yang kini mereka rasakan pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut petani di Bandung Barat, kenaikan harga BBM otomatis ikut mengerek ongkos produksi yang mereka keluarkan.

Apalagi menurut mereka, sebelum pemerintah menaikan harga BBM awal September lalu, harga pupuk sudha terlebih dahulu mengalami kenaikan.

Dikatakan oleh salah satu petani di Bandung Barat, Yuhana (52), bahwa harga pupuk selama satu tahun terakhir masih mengalami kenaikan cukup tinggi.

Baca Juga:Tak Terpengaruh Kenaikan BBM, Selebritis Ini Liburan Ke Swiss Penampilannya Jadi Sorotan Publik

"Terutama pupuk, selama setahun terakhir, harga pupuk sudah naik tiga kali. Sekarang BBM naik dikhawatirkan, harga pupuk akan naik lagi," ucapnya seperti dikutip dari AyoBandung--jaringan Suara.com

Menurut Yuhana, pupuk jenis NPK dari awalnya Rp8 ribu sekarang Rp20 ribu per kilogram, kemudian Hidro Komplek dari Rp10 ribu/kilo sekarang menjadi Rp20 ribu.

"Sementara jenis pupuk tabur Haeno Rp20 ribu/dua kilo menjadi Rp55 ribu. Sekarang BBM sudah naik, kemungkinan harganya akan naik lagi," tambahnya.

Selain harga pupuk dan bbm yang naik, petani juga harus menghitung biaya trasportasi. Tentu saja hal ini menambah berat beban ekonomi para petani.

"Itu baru hitungan pupuk. Belum ongkos transportasi dan jasa atau buruh,"

Baca Juga:Tuntut Turun Harga BBM, Buruh Ancam Akan Demo Satu Bulan Penuh dan Melakukan Mogok Kerja

Ditambahkan oleh Yuhana, selama ini pemerintah seolah lepas tangan kepada kaum tani. Petani tidak mendapat perhatian saat harga pupuk naik atau saat panen melimpah namun tidak terjual.

Berbeda saat harga sayuran atau minyak naik, pemerintah justru memberikan subsidi.

"Kalau harga cabai naik, bawang naik, minyak naik, pemerintah kelabakan lalu memberikan subsidi. Tapi kalau harga sayuran lagi turun atau pupuk naik, pemerintah seperti tidak peduli, bahkan kadang banyak hasil panen yang gak kejual dan membusuk,"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak