Satu Abad Amati Langit, Begini Sejarah Panjang Observatorium Bosscha

Sejarah panjang Observatorium Bosscha dimulai pada tahun 1920 dengan pembentukan Nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV).

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 30 Januari 2023 | 17:51 WIB
Satu Abad Amati Langit, Begini Sejarah Panjang Observatorium Bosscha
Salah satu teropong di Observatorium Bosscha, Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Kemudian pada 1 Januari 1923 Observatorium Bosscha diresmikan dan menjadi perintis astronomi modern di Asia Tenggara dengan mengambil astrofisika bintang sebagai topik riset utama, dengan dorongan terobosan sains fisika dunia pada awal abad ke-20.

Pada 7 Juni 1928 teleskop refraktor ganda Zeiss dihadiahka K.A.R. Bosscha kepada Observatorium Bosscha yang menjadikan tempat pengamatan tersebut menjadi terbesar ketiga dan termodern di bumi bagian Selatan pada era itu.

Setelah upaya restorasi kondisi fasilitas dan pengelolaan yang terbengkalai selama Perang Dunia. Tahun 1951, Observatorium Bosscha diserahkan oleh NISV ke Republik Indonesia melalui FIPIA Universitas Indonesia yang kemudian menjadi FMIPA ITB.

Ini sekaligus menjadi saat dimulainya pendidikan tinggi astronomi di Indonesia. Penguatan sumber daya manusia, perluasan kerja sama, pengembangan fasilitas, menghasilkan diversifikasi penelitian yang kemudian mencakup astrofisika bintang, Tata Surya, dan Galaksi
Bima Sakti.

Baca Juga:Aksi Kejahatan menjadi Prioritas, Ada Data Terkait Kelompok Motor di Pihak Kepolisian Jawa Barat

Posisi Observatorium Bosscha yang dekat ekuator ke arah Selatan amat menguntungkan dalam area langit astronomis yang dapat dicakup.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak