Cerita Pemulung Sampah di TPA Sarimukti Bandung, Kebal Bau Busuk hingga Temukan Emas Putih

"Biasanya dari jam 6 pagi sampe jam 3 sore mulungnya kalau TPA buka," ucap Deden.

Galih Prasetyo
Kamis, 04 Mei 2023 | 12:11 WIB
Cerita Pemulung Sampah di TPA Sarimukti Bandung, Kebal Bau Busuk hingga Temukan Emas Putih
Cerita Pemulung Sampah di TPA Sarimukti Bandung, Kebal Bau Busuk hingga Temukan Emas Putih (Suara.com/Ferry Bangkit)

SuaraJabar.id - Aroma tak sedap menusuk hidung ketika menginjakan kaki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pandangan mata langsung tertuju pada gunungan sampah.

Rasa mual jelas tak bisa dielakan bagi orang asing yang datang ke TPA regional untuk wilayah Bandung Raya itu. Namun, hal bau dan anyir itu bukan soal bagi Deden Sutisna dan ratusan pemulung lainnya.

Pria berusia 49 tahun asal Desa Sirnaraja, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat itu nampak sudah kebal dengan aroma busuk yang muncul dari tumpukan sampah. Bagi dia, sampah bukanlah masalah namun jadi sumber cuan untuk menopang kehidupan keluarganya.

"Iya kalau bau yah bau, tapi sudah terbiasa di sini setiap hari cari rezeki dari sampah," ujar Dede kepada Suara.com belum lama ini.

Baca Juga:TPA Sarimukti Rawan Longsor, Gunungan Sampah Capai Ketinggian 10 Meter

Deden sudah 10 tahun menjadi pemulung di TPA Sarimukti. Ia memutuskan untuk menggantungkan hidup dan mencapat rupiah dari sampah karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.

Deden tidak sendiri, bersama istrinya dan ratusan pemulung lainnya, ia sudah berada di TPA sejak pukul 06.00 WIB. Setiap harinya dia menantikan 2.000 ton sampah yang dikirim dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Bandung Barat.

Dari ribuan ton sampah itu, Deden memilah sampah-sampah yang bisa menghasilkan rupiah. Seperti botol minuman bekas, plastik hingga karung yang nantinya dipilah lagi sebelum dijual kepada pengepul. Dalam sehari, Deden bisa mengumpulkan sampah hingga 1 kwintal.

"Biasanya dari jam 6 pagi sampe jam 3 sore mulungnya kalau TPA buka," ucap Deden.

Sampah-sampah yang sudah dipilah itu kemudian dijualnya seharga Rp 1.000 per kilogramnya. Total, Deden dan istrinya rata-rata mendapat Rp100.000 setiap harinya. Ia juga pernah menemukan cincin emas berwarna putih.

Baca Juga:Antrean Mengular di TPA Sarimukti Bandung, Truk Pengangkut Sampah Sampai Harus Menginap

"Udah lama nemu cincinnya tapi hilang lagi," ujarnya.

Deden sadar risiko bahaya mengancamnya setiap hari, apalagi ketika hujan melanda. Seperti longsor yang bisa saja terjadi mengingat ketinggian tumpukan sampah di TPA Sarimukti saat ini sudah melewati batas.

Namun Deden tetap bertahan dan selalu waspada demi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Apalagi dia masih memiliki anak yang masih sekolah dan harus dipenuhi kebutuhannya.

"Hasilnya ya untuk biaya hidup dan sekolah anak. Anak saya 2 masih sekolah," tutur Deden.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak