"Iya tahu lagunya, soalnya di tongkrongan juga suka dinyanyiin. Kalau penciptanya juga tahu, Ismail Marzuki," ujar dia.
Meskipun tidak terlalu menyukai pelajara seni dan kebudayaan, namun ia tak pernah melewatkan mata pelajaran yang berkaitkan dengan hal tersebut. Termasuk lagu-lagu bersejarah dan lagu tradisional.
Ia pun begitu kaget ketika ternyata di Youtube ada animasi dari Malaysia yang mengubah lirik lagu Halo-halo Bandung menjadi versi mereka.
"Iya kaget kenapa jadi berubah lagunya, kan enggak begitu," ucapnya.
Baca Juga:Lagu Helo Kuala Lumpur Dituding Jiplak Halo-Halo Bandung, Akun YouTube Malaysia Tutup Kolom Komentar
Budayawan Bandung Bersuara
Budayawan asal Bandung, Budi Dalton mengatakan, adanya karya anak bangsa yang dipakai lagi di Malaysia karena pemerintah kurang tegas. Buktinya, kejadian seperti ini menurutnya bukan sekali ini saja.
Untuk itu, kata dia, pemerintah melalui kementerian terkait harus segera bertindak menyikapi viralnya lagu Halo-halo Bandung yang diubah menjadi Halo-halo Kuala Lumpur dengan nada yang sama.
"Saya pikir harus ada ketegasan, yang harus turun tangan negara. Bukan netizen, kan yang ramenya netizen. Bentuk somasi atau apapun yang harus dilakukan. Karena saya yakin legalitas dari lagu ini lengkap," ujar Budi.
Dia mengatakan, pihak pembuat konten dari Malaysia atau pemerintahnya tidak akan cukup dengan permohonan maaf.
Baca Juga:Kembali Berulah, Malaysia Plagiat Lagu Nasional Indonesia Halo-halo Bandung Jadi Hello Kuala Lumpur
![Budayawan Sunda, Budi Dalton. [Jabarnews.com/Unpas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/09/59144-budi-dalton.jpg)
"Ini bukan permohonan maaf lagi, harus udah dicabut lagu yang dibuat, yang sudah digubah itu. Harus ada ketegasan yang fokus ke masalah itu," sebut dia.