Cegah Pungutan Liar di Jalur Wisata, Pemprov Jawa Barat Koordinasi dengan Aparat Keamanan

Sebelum telah terjadi beberapa kasus di jalur wisata yang membuat wisatawan dirugikan.

Syaiful Rachman
Jum'at, 27 Desember 2024 | 06:20 WIB
Cegah Pungutan Liar di Jalur Wisata, Pemprov Jawa Barat Koordinasi dengan Aparat Keamanan
Pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung. (ANTARA/Istimewa)

SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyatakan bahwa koordinasi dengan aparat keamanan telah dilakukan guna melakukan pengawasan dan mencegah praktik pungutan liar (pungli) di jalur pariwisata Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat Benny Bachtiar mengungkapkan bahwa koordinasi yang dilakukan dengan Satpol PP kabupaten/kota dan kepolisian ini, untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

"Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak salah satunya dengan peningkatan patroli kawasan wisata seperti di Puncak, Bogor, untuk mencegah praktik pungutan liar di jalur pariwisata Jabar agar wisatawan dapat menikmati liburan ini dengan nyaman," kata Benny Bachtiar di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/12/2024).

Foto udara kepadatan kendaraan saat diberlakukan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024). Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan yang menuju jalur wisata Puncak, Bogor, untuk berlibur akhir pekan dan liburan sekolah. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.
Foto udara kepadatan kendaraan saat diberlakukan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024). Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurai kemacetan akibat tingginya volume kendaraan yang menuju jalur wisata Puncak, Bogor, untuk berlibur akhir pekan dan liburan sekolah. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.

Benny menyebutkan bahwa hal ini menjadi perhatian Pemprov Jabar, mengingat Jabar selalu menjadi magnet pariwisata seperti kawasan Puncak Bogor, Bandung Raya, Pangandaran, dan Garut.

Baca Juga:Polres Cimahi: Lebih dari 100 Orang Luka-luka Akibat Tumpahan Cairan Kimia

"Jabar selalu menjadi magnet pariwisata, seperti di momen penghujung tahun sehingga harus dijaga dengan baik. Jangan sampai karena ulah beberapa oknum mencoreng pariwisata Jawa Barat," ujarnya.

Sebelumnya, terdapat kejadian viral, pada Minggu (22/12/2024), yakni kasus pemerasan yang melibatkan seorang joki atau pemandu jalur alternatif di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelaku meminta uang sebesar Rp850.000 untuk jasa pengantaran jalan memakai motor menuju SPBU Tugu.

Korban yang berasal dari Tangerang, Banten kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Cisarua dan pelaku telah diproses hukum dengan sanksi wajib lapor dan peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kejadian lainnya, terjadi pemukulan oleh tiga orang pelaku terhadap wisatawan di jalur alternatif Puncak, Megamendung, Bogor.

Baca Juga:Tiga Pelaku Penganiayaan Ojol dan Penumpang Diringkus Polresta Bandung

Peristiwa bermula ketika mobil wisatawan menyenggol salah satu pelaku hingga cekcok, kemudian terjadi pemukulan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak