Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Kemendagri dorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI di hulu dan teknologi PSEL di hilir untuk wujudkan kota cerdas yang berkelanjutan dan atasi tantangan sampah.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
Kemendagri mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI dan teknologi PSEL di Jakarta.
  • Integrasi hulu ke hilir tersebut dilakukan untuk mewujudkan kota cerdas serta mengatasi tantangan pengelolaan sampah perkotaan.
  • Keberhasilan program bergantung pada kesiapan pemda, keterlibatan dunia usaha, serta kolaborasi antar-kota dalam ASEAN Smart Cities Network.

SuaraJabar.id - Kemendagri mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Agenda itu bagian dari rangkaian IISMEX 2026 yang mempertemukan pemerintah pusat-daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra internasional.

Menurut Safrizal, pengelolaan sampah adalah tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian penting agenda Smart City.

Baca Juga:Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL

Kota cerdas, katanya, bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan kemampuan pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.

"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata dia dalam pernyataan yang diterima, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan penanganan sampah harus terpadu dari hulu ke hilir. Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat — pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemilahan sejak dari sumber. Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.

Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu.
Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda — kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.

Baca Juga:Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor

"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelasnya, seraya mendorong keterlibatan dunia usaha dalam teknologi dan investasi, dengan pemda memastikan kesiapan tata kelola.

Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.

Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kota yang memiliki teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menggunakan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak