Insinerator Hidrogen Karya Anak Bangsa Diklaim Mampu Musnahkan 500 Kilogram Sampah Per Jam

Inovasi ramah lingkungan ini mampu musnahkan 500kg sampah/jam tanpa emisi dan bahan bakar fosil. Solusi efektif atasi sampah.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 16 Juli 2026 | 14:30 WIB
Insinerator Hidrogen Karya Anak Bangsa Diklaim Mampu Musnahkan 500 Kilogram Sampah Per Jam
PT Tangguh Aman Daya memperkenalkan inovasi insinerator berbasis hidrogen yang diklaim mampu menjadi solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • PT Tangguh Aman Daya memperkenalkan insinerator berbasis hidrogen sebagai solusi ramah lingkungan untuk memusnahkan sampah tanpa bahan bakar fosil.
  • Alat berkapasitas 500 kilogram per jam ini mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi polusi udara di berbagai lokasi operasional.
  • Hasil uji laboratorium menyatakan teknologi ini mencapai predikat nol emisi serta tidak menimbulkan bau selama proses pembakaran sampah berlangsung.

SuaraJabar.id - PT Tangguh Aman Daya memperkenalkan inovasi insinerator berbasis hidrogen yang diklaim mampu menjadi solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Teknologi karya anak bangsa tersebut dirancang untuk memusnahkan sampah tanpa menggunakan bahan bakar fosil seperti solar, gas, maupun batu bara.

Insinerator ini memanfaatkan hidrogen sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan panas pembakaran.

Dengan teknologi tersebut, alat ini diklaim mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi polusi udara yang umumnya dihasilkan dari proses pembakaran sampah konvensional.

Baca Juga:Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026

Kapasitasnya pun mencapai 500 kilogram sampah per jam sehingga dinilai mampu menangani volume sampah yang tinggi di kawasan padat penduduk maupun area komersial.

Direktur Utama PT Tangguh Aman Daya, Dwi Krishna, S.T., mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang cepat, efisien, sekaligus ramah lingkungan.

"Kami ingin membuktikan bahwa pemusnahan sampah dalam skala besar hingga 500 kilogram per jam dapat dilakukan tanpa mengorbankan lingkungan sekitar. Dukungan hasil uji laboratorium serta keberhasilan operasional di sejumlah lokasi menjadi bukti bahwa teknologi hidrogen ini siap diadopsi lebih luas," ujar Dwi Krishna, Kamis (16/7/2026).

Teknologi ini telah dioperasikan di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Baru Bandung, Yonkav IV, Desa Padasuka, Pusdikif, Pusenif Cimahi, Ciwidey, Pasteur, dan Denpasar, Bali.

Penggunaan insinerator di berbagai titik tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah langsung dari sumbernya sehingga beban pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.

Baca Juga:Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang

Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan Perumda Tirtawening Kota Bandung, insinerator hidrogen ini diklaim memperoleh predikat zero emisi atau bebas emisi udara serta tidak menimbulkan bau selama proses pembakaran.

Hasil pengujian tersebut telah dituangkan dalam Sertifikat Nomor 02851.25.05900 dan menjadi salah satu dasar bahwa teknologi ini berpotensi menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak