APBD Jabar Disahkan Pincang! 5 Fakta di Balik Aksi Boikot PDIP Gara-gara Dana Pesantren

Ini bukan sekadar absen, tapi sebuah pernyataan perang politik terbuka dari Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat.

Andi Ahmad S
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 10:18 WIB
APBD Jabar Disahkan Pincang! 5 Fakta di Balik Aksi Boikot PDIP Gara-gara Dana Pesantren
Situasi Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat. (ANTARA/Ricky Prayoga)

SuaraJabar.id - Gedung DPRD Jawa Barat jadi saksi drama politik tingkat tinggi pada Jumat kemarin. Sebanyak 39 kursi Fraksi PDI Perjuangan mendadak kosong melompong saat rapat paripurna pengesahan Perubahan APBD 2025.

Ini bukan sekadar absen, tapi sebuah pernyataan perang politik terbuka dari Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat.

Penyebabnya? Janji manis alokasi dana untuk pondok pesantren yang dianggap menguap begitu saja di meja Gubernur Dedi Mulyadi.

Mari kita bedah 5 fakta kunci di balik aksi boikot yang bikin APBD Jabar disahkan secara "pincang" ini dilansir dari Antara.

Baca Juga:Geger APBD Jabar! PDIP Boikot Paripurna, Tuding Janji Bantuan Pesantren Dikhianati Dedi Mulyadi

1. 'Banteng' Kompak Mogok Massal

Ini adalah langkah politik ekstrem. Seluruh 39 anggota Fraksi PDIP, fraksi terbesar di DPRD Jabar, kompak tidak menghadiri rapat paripurna. Aksi ini bukan hanya soal walk-out, tapi juga penolakan total.

Wakil Ketua DPRD dari PDIP, Ono Surono, menegaskan, "Fraksi PDI Perjuangan tidak menandatangani persetujuan bersama Perubahan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025." Artinya, mereka secara resmi tidak mau ikut bertanggung jawab atas anggaran tersebut.

2. Akar Masalah: Janji Bantuan Pesantren yang 'Menguap'

PDIP merasa dikhianati. Ono Surono menjelaskan bahwa fraksinya awalnya mendukung perubahan APBD karena ada komitmen untuk mengalokasikan kembali bantuan untuk yayasan pondok pesantren dan masjid.

Baca Juga:Drama PBB Cirebon Naik Gila-gilaan Dibatalkan! Ini 5 Poin Penting yang Wajib Kamu Tahu

Namun, komitmen ini hilang di tikungan akhir. Menurut PDIP, dalam draf final dari Gubernur Dedi Mulyadi, pos anggaran yang krusial itu lenyap tanpa jejak.

3. Dari 'Bantuan Yayasan' Jadi 'Beasiswa Santri Rp10 Miliar'

Situasi Paripurna APBDP di Gedung DPRD Jabar Bandung, Jumat (15/8/2025) ANTARA/Ricky Prayoga)
Situasi Paripurna APBDP di Gedung DPRD Jabar Bandung, Jumat (15/8/2025) ANTARA/Ricky Prayoga)

Inilah titik paling krusial yang memicu kemarahan PDIP. Sebagai ganti dari pos "bantuan yayasan" yang hilang, tiba-tiba muncul nomenklatur baru "beasiswa santri tidak mampu" dengan alokasi yang dinilai kecil, yaitu Rp10 miliar.

Bagi PDIP, ini adalah dua hal yang berbeda. Bantuan untuk yayasan menyasar kelembagaan pondok pesantren secara langsung, sementara beasiswa hanya menyentuh individu santri. Perubahan ini dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

4. Paripurna Jalan Terus, Palu Tetap Diketuk

Meskipun fraksi terbesar absen, rapat paripurna tidak berhenti. Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menegaskan bahwa kuorum masih terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak