Mahasiswa IPB Teliti Joget Sadbor, Ternyata Petani Bisa Kaya dari TikTok!

Sebuah fenomena unik tengah terjadi di Desa Bojongkembar, Sukabumi, Jawa Barat

Muhammad Yunus
Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:51 WIB
Mahasiswa IPB Teliti Joget Sadbor, Ternyata Petani Bisa Kaya dari TikTok!
Ilustrasi: Gunawan Sadbor saat melakukan live Joget Sadbor (Tangkap layar TikTok)
Baca 10 detik
  • Petani aktif menari dan berinteraksi di depan kamera ponsel
  • Penelitian bertujuan menelaah bagaimana fenomena Joget Sadbor mencerminkan perubahan sosial ekonomi di masyarakat desa
  • 300 warga, termasuk para petani, aktif menjadi live streamer

SuaraJabar.id - Sebuah fenomena unik tengah terjadi di Desa Bojongkembar, Sukabumi, Jawa Barat.

Para petani di desa ini kini tak hanya sibuk di sawah, tapi juga aktif menari dan berinteraksi di depan kamera ponsel.

Fenomena ini dikenal luas sebagai “Joget Sadbor”, tren khas TikTok yang belakangan menarik perhatian banyak pihak—termasuk kalangan akademik.

Sekelompok mahasiswa IPB University menjadikan fenomena ini sebagai bahan riset dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “Joget Sadbor: Eksplorasi Fenomena Alternatif Profesi Petani menjadi Live Streamer TikTok dalam Konteks Sosial Ekonomi pada Masyarakat Desa Bojongkembar.”

Baca Juga:Geger Video Viral! Ajudan Bupati Purwakarta Diduga Selingkuh, Brimob Y Dipulangkan ke Polda Jabar

Mengutip dari ipb.ac.id, Ketua tim peneliti, Muhammad Daffa Haikal, menjelaskan bahwa penelitian mereka bertujuan menelaah bagaimana fenomena Joget Sadbor mencerminkan perubahan sosial ekonomi di masyarakat desa.

“Mayoritas masyarakat pedesaan menghadapi dinamika ekonomi akibat pendapatan yang rendah. Di tengah keterbatasan itu, muncul tren ‘Joget Sadbor’ yang dipelopori seorang warga bernama Gunawan pada tahun 2020,” ujar Daffa.

Awalnya, Joget Sadbor hanyalah hiburan ringan bagi warga desa. Namun seiring waktu, aktivitas menari dan melakukan siaran langsung di TikTok berkembang menjadi sumber penghasilan alternatif.

Kini, tak kurang dari 300 warga, termasuk para petani, aktif menjadi live streamer.

“Kami ingin tahu apakah Joget Sadbor hanya sekadar tren hiburan, atau bisa menjadi profesi alternatif yang berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas mereka sebagai petani,” jelas Daffa.

Baca Juga:Bawa Kopi Lokal Berkualitas ke Dunia Digital, Nyawang Langit Raih Omset Puluhan Juta

Dari Sawah ke Layar TikTok

Hasil riset menunjukkan bahwa dari sisi ekonomi, profesi live streamer memberikan penghasilan lebih tinggi dibandingkan bertani.

Pendapatan rata-rata streamer mencapai Rp2,5–3 juta per bulan, sementara petani umumnya memperoleh sekitar Rp1,5 juta.

Namun, bukan hanya soal uang. Dari sisi sosial, tren ini juga menciptakan ruang interaksi baru yang memperkuat solidaritas antarwarga.

Para pelaku Joget Sadbor saling mendukung, saling berbagi penonton, bahkan membantu satu sama lain dalam membuat konten.

“Mereka tetap berprofesi sebagai petani. Live streaming dijadikan pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan,” kata Daffa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak