Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius

Autopsi jenazah NS rampung. Ayah korban histeris. Ia minta autopsi demi kebenaran dan berpesan hindari ibu tiri, memicu perdebatan netizen.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:31 WIB
Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius
Tangkapan layar ayah NS di Sukabumi tak kuasa menahan tangis setelah Autopsi sang anak selesai dilakukan. [X/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Autopsi jenazah anak bernama NS dari Jampangkulon telah selesai dilakukan di RS Bhayangkara Setukabumi pada Jumat (20/2/2026).
  • Ayah korban, Anwar Satibi, meminta autopsi demi memastikan penyebab kematian putrinya yang ditemukan dengan luka.
  • Anwar berpesan kepada orang tua agar mempertahankan pernikahan walau rusak, jangan sampai anak diasuh ibu tiri.

SuaraJabar.id - RS Bhayangkara TK. II Setukpa Sukabumi menjadi saksi bisu duka mendalam pada Jumat (20/2/2026).

Proses autopsi terhadap jenazah NS, seorang anak dari Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia dengan luka-luka di tubuhnya, akhirnya rampung.

Pemandangan paling menyayat hati adalah ketika Anwar Satibi, ayah korban, tak kuasa menahan tangis histeris saat jenazah putrinya dibawa keluar dari ruang forensik menuju ambulans.

Dengan mata sembab dan tubuh terguncang, Anwar berdiri terpukul, menyaksikan kepergian sang anak untuk terakhir kalinya.

Baca Juga:Sukabumi Dikepung Banjir! Sawah Jadi Beton, Kantor Desa Terendam hingga Jalan Utama Retak

Kasus meninggalnya NS memang telah menyita perhatian publik dan menimbulkan banyak pertanyaan. Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, mengingat adanya sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh anak tersebut.

Keputusan Anwar untuk meminta autopsi, di tengah rasa kasihan yang mendalam terhadap kondisi anaknya, bukan tanpa alasan. Ia ingin kebenaran terungkap.

"Kenapa saya ingin diotopsi karena saya ingin tahu, ingin memastikan, saya enggak bisa nuduh sembarangan, nanti fitnah, nanti saya juga dituntut sama orang, makanya saya minta tolong saya mau autopsi," ujar Anwar, menjelaskan alasannya yang rasional di balik keputusan yang berat itu.

Ia bahkan sempat ragu untuk melanjutkan autopsi, namun rasa penasaran yang tak tertahankan mendorongnya untuk tetap melanjutkan demi kejelasan.

Di tengah kesedihan yang tak terhingga, Anwar juga menitipkan pesan yang menggema, terutama bagi para orang tua.

Baca Juga:SEG Beri Tiket Emas Kuliah Lancar untuk 19 Mahasiswa IPB Asal Jabar

"Pesan saya kepada teman-teman saya, serusak apa pun rumah tangga kalian pertahankan, jangan sampai anak kalian diasuh oleh ibu tiri," katanya, sebuah pesan yang langsung menyentuh inti perdebatan publik tentang peran orang tua dan keluarga tiri.

Pesan Anwar ini sontak memicu beragam reaksi di media sosial, khususnya di platform X pada akun @neVerAl0nely___. Netizen menyoroti berbagai sudut pandang yang kompleks:

Akun @dhewi_miswanti menulis, "Pesannya ga benar juga sih pak, masa serusak apapun pernikahan tetap dipertahankan demi anak dan ga semua ibu tiri juga jahat, bapaknya salah pilih istri kedua aja. Turut berduka cita pak, semoga qt semua bisa ambil pelajaran berharga dari perisitiwa ini." Komentar ini mempertanyakan validitas pesan Anwar, menyoroti bahwa masalahnya bukan hanya pada ibu tiri, tetapi juga pilihan pasangan oleh sang ayah.

@peyekudangendul menambahkan, "Andai aku jadi kaka kandung dari korban, kalau memang ibu tirinya yg jadi tersangka sebelumnya dia masuk penjara kubikin dia jadi tuna wicara dan tuna netra. Gak sampe hati lihat anak sekecil itu bisa ngerasain badan babak belur apalagi di adek anak broken home." Komentar ini menunjukkan kemarahan dan rasa empati yang mendalam terhadap korban, serta kritik terhadap pelaku dan dampak "broken home".

Sementara itu, @Nanonano menyuarakan, "Lah cerai mah gapapa pak, kalau rumah tangganya rusak tapi tetep dipertahanin ya malah jadi lingkungan yang toxic buat si anak. Yang bener tuh cari pasangan yang selektif dan orang tua kandung meskipun udah cerai harus tetep ikutan ngasuh anak, pantau keadaannya gimana." Komentar ini menawarkan sudut pandang berbeda, bahwa mempertahankan rumah tangga yang toxic  justru lebih berbahaya bagi anak, dan menekankan pentingnya peran orang tua kandung meskipun sudah berpisah.

Akun @wargasipil_ juga ikut berkomentar, "se sayang-sayangnya ibu tiri ke anak tiri, ga akan melebihi rasa sayang dari ibu kandung begitupun sebaliknya. Jadi buat kalian para ayah/bunda yang anaknya masih dibawah umur dan di asuh oleh org lain, tetap waspada." Komentar ini menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua kandung terhadap pengasuhan anak oleh pihak lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak