Baca 10 detik
- Konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyebabkan kenaikan biaya produksi plastik di Kawasan Industri Cibuntu hingga dua kali lipat.
- Harga biji plastik impor melonjak tajam dari kisaran normal Rp30.000–Rp40.000 menjadi lebih dari Rp50.000 per kilogram.
- Kenaikan biaya bahan baku memaksa pabrik menaikkan harga jual, yang berujung pada penurunan volume pembelian oleh konsumen.
Kini, para pelanggan mulai memangkas volume pembelian mereka. Bagi mereka, kantong plastik atau produk manufaktur plastik lainnya kini menjadi barang yang "mahal".
“Konsumen banyak yang mengeluhkan soal harga. Tapi kami juga tidak punya jalan lain. Belum ada pemasok biji plastik yang lebih murah,” pungkas Riska menutup pembicaraan.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Krisis Bahan Baku Impor, Biaya Produksi Plastik di Cibuntu Naik 100 Persen Akibat Konflik Global"
Baca Juga:Berkah di Balik Hiruk Pikuk Idul Fitri: Ribuan Langkah Wisatawan Mempertebal Kantong PAD Ciamis