- Anggota DPR Ida Nurlaela mendorong Danantara, PLN, dan Pertamina mempercepat pengembangan energi panas bumi pada 13 Agustus 2026.
- Indonesia memiliki potensi besar panas bumi di kawasan Cincin Api Pasifik yang harus diolah menjadi listrik nasional.
- Langkah strategis ini bertujuan mewujudkan transisi energi hijau, memperkuat ketahanan nasional, dan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.
SuaraJabar.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PLN dan Pertamina untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, khususnya energi panas bumi atau geothermal.
Menurut Ida, pengembangan panas bumi menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
"Memang pembangunan energi geothermal membutuhkan biaya yang besar. Tetapi kalau kita ingin mewujudkan energi hijau dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, potensi panas bumi harus terus dikembangkan," ujar Ida, Kamis (13/8/2026).
Ida mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.
Baca Juga:Resmi Naik! Harga Elpiji 12 Kg Jadi Rp228 Ribu dan 5,5 Kg Jadi Rp107 Ribu Mulai 18 April 2026
Kondisi geologis tersebut membuat Indonesia memiliki banyak titik sumber panas bumi yang berpotensi dikembangkan menjadi pembangkit listrik.
Menurut dia, potensi tersebut tidak seharusnya hanya menjadi kekayaan alam yang tersimpan, tetapi perlu diolah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Indonesia ini berada di Ring of Fire. Artinya, kita memiliki banyak sumber panas bumi. Ini potensi besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik nasional," katanya.
Ida menilai keterlibatan Danantara melalui perusahaan-perusahaan strategis seperti PLN dan Pertamina penting untuk memastikan pengembangan energi panas bumi tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang ketahanan energi nasional.
Ia juga mendorong agar investasi pada sektor geothermal dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan efisiensi biaya, kepastian regulasi, kesiapan teknologi, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
Baca Juga:Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
"Jangan hanya melihat mahalnya investasi di awal. Kita juga harus melihat manfaat jangka panjangnya. Kalau targetnya adalah energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, maka investasi geothermal harus mulai diperkuat," ujar Ida.
Selain mendukung transisi energi, pengembangan panas bumi dinilai dapat memperkuat kemandirian energi Indonesia. Pemanfaatan sumber energi domestik tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
"Yang kita bangun bukan hanya pembangkit listrik, tetapi ekosistem energi yang berkelanjutan. Potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk kepentingan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.