SuaraJabar.id - Akibat amukan si jago merah pada Senin (1/4/2019) sore, sebuah pondok pesantren di Kampung Ciparay, Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Sukambumi, Jawa Barat hangus. Bahkan, seluruh pakaian para santri dan buku-buku pelajaan hingga Alquran dilumat hingga tak tersisa.
Kebakaran yang melanda Ponpes putra Al Huda sekitar pukul 17.00 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik.
"Kitab, Alquran, dan perlengkapan pribadi santri habis terbakar termasuk baju-baju mereka," ungkap Pengajar Ponpes putra Al Huda, Rahmatullah kepada sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com, Selasa (2/4/2018).
Menurut dia, api pertama muncul dari atap bangunan. Dengan cepatnya api berkobar melalap seluruh bangunan berlantai dua tingkat ini. Api juga membakar kabel jaringan listrik yang tepat berada di atas bangunan.
"Kami dan warga sempat memadamkan api, bahkan petugas Damkar pun sempat datang namun api tetap sulit dipadamkan karena hampir seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu," sambungnya.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan Rp 200 juta, beruntung tak ada korban jiwa karena pada saat kejadian para santri sedang berada di luar. Akibat kejadian ini, sementara aktivitas santri menggunakan masjid.
"Sementara aktivitas pengajian dilakukan di masjid, dan santri pondok dievakuasi dulu ke rumah warga terdekat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemecatan Pegawai DKP Sukabumi Akibat Pose 2 Jari Dianggap Janggal
-
Dipecat Gara-gara Pose 2 Jari, Begini Pengakuan Pegawai DKP Sukabumi
-
Kebakaran di Kolong Tol Pluit, Arus Lalin ke Bandara Soetta Dialihkan
-
Diduga Korsleting Listrik, Mes Karyawan di Kebayoran Baru Terbakar
-
Masjid di California Diduga Sengaja Dibakar
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Mengaku Pasutri tapi Ogah Tunjukkan Buku Nikah, Pelaku Penyekapan di Bandung Dikenal Arogan
-
Ungkap Jejak Kekerasan DPO Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Mantan Istri Pelaku
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
-
Kapolda Jabar Tegaskan Buru Taufik Hidayat: Kami Tidak Memberi Ruang bagi Pelaku Kekerasan
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku