SuaraJabar.id - Rapat pleno rekapitulasi suara tingkat Kota Depok, Jawa Barat yang diselenggarakan oleh komisi pemilihan umum (KPU) setempat dipastikan molor. L
Lantaran hingga Kamis (9/5/2019), KPU Kota Depok belum menyelesaikan agenda pleno yang hasilnya ditunggu dalam rapat pleno tingkat provinsi.
Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan rapat pleno rekapitulasi tingkat kota Pemilu 2019 terpaksa ditambah dari waktu yang sudah ditargetkan.
"Kita kendala rekap di tingkat kecamatan, hari ini (sempat) kita skors rapatnya (dan) dilanjut. Hanya PPK Tapos saja yang belum selesai. Mudah-mudahan selesai malam ini, kita tunggu sampai selesai," kata Nana kepada Suara.com, Kamis (9/5/2019).
Ia menambahkan, kendala yang dihadapi oleh PPK tersebut masih sama seperti halnya melakukan perekapan.
"Tapi sudah naik tingkatannya, kalau kemarin masih merekap kelurahan, saat ini sudah rekap kecamatan. Untuk Cilodong, sudah penandatanganan dan penggandaan berita acara, kalau Tapos malam ini (Kamis, 9/5/2019) kita selesaikan," paparnya.
Terkait perpanjangan waktu tersebut, pihak KPU Kota Depok berdalih telah menerima surat edaran dari KPU RI Nomor 796 tentang perpanjangan proses rekap suara.
Sehingga, bagi kecamatan atau kabupaten/kota yang belum menuntaskan kegiatan rekapnya diberi waktu hingga selesai. Dalam surat tersebut, tertulis paling lambat pada H-2 rekapitulasi di tingkat provinsi.
"Rekapitulasi ditingkat provinsi dimulai tanggal 14 Mei. KPU Depok masih memiliki waktu sampai tanggal 12 Mei. Jadi proses rekap masih tetap berlanjut atas ketentuan itu. KPU meleset, itu sama saja manusia punya rencana namun Tuhan yang menentukan. Walaupun lambat dan memakan waktu, tapi kami ingin selesai dengan cara jujur, teliti, tertib dan akurat, kita akan pleno rekap tingkat provinsi tanggal 11 Mei," ujarnya.
Baca Juga: Rapat Pleno Rekapitulasi Pemilu 2019 di Depok Ditunda, Ini Alasannya
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi