SuaraJabar.id - Keluarga Maman (47), korban pembacokan di Kampung Ciherang RT 10/09 Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikabarkan tidak akan melanjutkan proses hukum kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh perempuan berinisial AM, istri Maman.
Meski demikian, pihak keluarga tak ingin lagi pelaku, AM tinggal di rumah yang sebelumnya ditinggali karena khawatir peristwa pembacokan dengan menggunakan kapak akan terulang. Hal itu disampaikan Kepala Desa Gunungmalang, Ajang Rahmat, Senin (15/7/2019).
"Menurut keterangan dari pihak keluarga, proses hukum cukup sampai di sini. Tapi setelah berdialog, kemungkinan pelaku tidak tinggal disini dulu, di kampung suaminya. Pihak keluarga korban tidak mau lagi menerima pelaku," kata Ajang seperti diberitakan sukabumiupdate.com - jaringan Suara.com.
Diberitakan sebelumnya, Maman dibacok oleh istrinya sendiri AM saat sedang tertidur di rumah, tepatnya di ruang tamu.
Saat diperiksa polisi, motif AM melakukan aksinya lantaran kesal sang suami sering minta berhubungan badan. Sementara AM baru dua bulan pasca melahirkan anak ketiga.
Saat sedang melakukan aksi brutalnya, saksi mata Mimin (49) sempat mendengar AM berteriak kencang dengan penuh emosi bahwa ia akan menghabisi Maman berikut keluarganya.
"Dia bilang sambil teriak-teriak kalau dia mau bunuh semuanya. Keluarganya, termasuk keturunannya juga akan dibunuh. Begitu kata pelaku," kata Mimin.
Berita Terkait
-
Dibacok Istri Pakai Kapak, Begini Kondisi Terakhir Maman
-
Istri yang Kapak Suaminya karena Urusan Ranjang Idap Sindrom Baby Blues
-
Bacok Suami Pakai Kapak, AM Juga Mau Bunuh Seluruh Keluarga Maman
-
Terkuak, Maman Dikapak Istri karena Terus Minta Dilayani di Ranjang
-
Suami Dikapak Istri saat Tidur, Polisi: Pelaku Mengamuk Seperti Kerasukan
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun