Setelahnya, Miles akhirnya memutuskan membawa dua dus miras itu ke tempat aksi. Kebetulan di tempat aksi itu, oknum polisi yang memberikan minuman keras itu juga ada.
Alhasil, kumpulan mahasiswa Papua yang sedang melakukan aksi langsung meminta penjelasan dari Christianty terkait tujuan pemberian minuman itu.
"Miles menerima dan minuman itu dan dibawa ke tempat aksi. Di tempat aksi juga kebetulan ada ibu Christiany dan kami meminta penjelasan maksud pemberian minuman ini untuk apa," tukasnya.
Kosay menyesalkan perbuatan oknum polisi itu yang dianggapnya merendahkan dan menghina mahasiswa Papua. Menurutnya, pemberian miras itu sama saja dengan melabeli mahasiswa Papua tukang mabuk.
"Setidaknya ibu sebagai keamanan dan aparat negara harus mengayomi kami tapi ibu buat kayak begini kami sebagai mahasiswa tidak terima dan dari Polrestabes juga datang harus segera cabut ibu dari jabatannya karena tindakan ini sangat tidak manusiawi menganggap kami orang Papua sebagai peminum," kata dia.
Setelahnya, kata dia, peserta aksi pun mengembalikan miras itu kepada oknum polisi yang sebelumnya memberikan miras itu. "Sudah kami kembalikan kemarin," ucapnya.
Aksi solidaritas yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Setanah Papua bersama Solidaritas Peduli Kemanusiaan itu bertujuan untuk mengangkat isu-isu rasis yang terjadi di Surabaya dan Malang yang menimpa mahasiswa Papua di sana.
"Dalam aksi itu kami mengangkat isu yang terjadi di Surabaya dan Malang. Maka dari itu kami ikatan mahasiswa setanah Papua dan Solidaritas Peduli Kemanusiaa meminta oknum yang di Malang dan Surabaya segera dicopot dari jabatannya. Kemudian ormas-ormas segera dikumpulkan dan diadili secara tegas," ungkapnya.
Selain itu, Kosay mengatakan tujuan aksi itupun yakni meminta agar pemerintah mencabut aparat yang ditugaskan di Papua.
Baca Juga: Mahasiswa Papua di Bandung Ungkap Kronologi Diberi Miras oleh Polisi
"Kami minta tegas juga pengiriman aparat ke Papua harus segera dicabut dari Papua juga masalah pelanggaran HAM yang terjadi di Papua tidak pernah diangkat harus segera diadili," katanya.
Kontributor : Aminuddin
Berita Terkait
-
Mahasiswa Papua di Bandung Ungkap Kronologi Diberi Miras oleh Polisi
-
Alasan Kenal Dekat, Polwan Sarce Kasih Mahasiswa Papua Miras Gratis
-
Kasih Miras ke Mahasiswa Papua, Polwan Sarce Diproses Propam Polda Jabar
-
Ditawari Miras oleh Polwan saat Demo, Mahasiswa Papua: Penghinaan!
-
Mahasiswa Papua Tolak Pemberian Minuman Keras Dari Polisi
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir
-
Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan