SuaraJabar.id - Wacana Kota Depok, Jawa Barat bergabung dengan DKI Jakarta mendapat tanggapan anggota legislatif yang baru di kota tersebut. Salah satunya dari Igun Sumarno anggota DPRD Kota Depok Jawa Barat periode 2019-2024.
Menurut Igun, jika Kota Depok gabung ke DKI Jakarta banyak kerugian yang akan dirasakan oleh pemerintah kota dan warga Depok.
"Saya yakin warga Depok tidak menerima Depok bergabung ke DKI Jakarta. Banyak yang akan hilang seperti kearifan lokal, ikon, kota religi, Belanda Depok, dan lainya. Ini sama saja tak berguna lagi nanti jika gabung ke Jakarta, termasuk penghargaan WTP tujuh kali berturut-turut didapat kota ini," kata Igun di Depok, Kamis (5/9/2019).
Igun dalam hal ini menolak jika Depok gabung dengan DKI Jakarta. Meski begitu, dirinya lebih memilih Kota Depok masuk ke Provinsi Bogor Raya yang juga masih diwacanakan.
Baca Juga: Lagi Viral, Ini Jam Operasional Bus Tayo di Depok!
Alasan Igun, karena provinsi Bogor Raya ini merupakan provinsi baru yang mandiri dan Depok akan menjadi leader.
"Bicara kultur Depok masuk Jawa Barat Depok. Saya tidak yakin Depok gabung ke DKI Jakarta, nanti jadi pengikut kultur dan budaya," kata Politisi Partai Amanat Nasional ini.
Lebih lanjut, jika Kota Depok masuk ke provinsi Bogor, ia yakin Depok berpeluang menjadi kota hebat dan mandiri ke depannya.
"Sehingga tidak jadi pengikut. Ngapain kita kudu ngekor ke Jakarta dan Jakarta sudah sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, Qurtifa Wijaya anggota DPRD Depok dari Fraksi PKS mengomentari hal itu bahwa Kota Depok lebih baik tetap seperti sekarang ini, itu menurut dia lebih baik ketimbang bergabung dengan DKI Jakarta.
Baca Juga: Putar Lagunya di Lamer, Wali Kota Depok Mohammad Idris Jadi Bahan Tertawaan
"Ndak mudah juga lakukan penggabungan dengan DKI. Tapi saya mendorong agar Pemkot Depok lebih banyak jalin komunikasi dan kerjasama dengan DKI Jakarta. Sehingga berbagai kegiatan pembangunan seperti frastruktur, transportasi, penanganan banjir, kebersihan dan lainya bisa terintegrasi," kata Qurtifa.
Berita Terkait
-
Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar