SuaraJabar.id - Sebanyak 55 warga di Kampung Cisarua Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru diduga keracunan setelah menyantap makanan di perayaan ulang tahun di kampung tersebut.
Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto mengatakan, semua korban telah ditangani pihak medis, perawatan dilakukan di rumah Bamusdes desa setempat dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.
"Umumnya korban mengaku mulai merasa mual, diare dan pusing, kemudian tim medis melakukan penanganan," kata Slamet seperti dikutip Ayobandung.com--jaringan Suara.com, Senin (4/11/2019).
Polisi masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan penyebab pasti mereka mengalami keracunan.
"Barang bukti berupa makanan sudah kita amankan untuk kemudian cek laboratorium,"kata dia.
Sementara, Ami (40), salah satu korban keracunan, kondisinya sudah mulai membaik setelah dirawat di rumah sakit.
Dia mengaku mengalami pusing dan mual pada minggu pagi setelah sebelumnya menyantap hidangan di acara ultah salah satu warga.
"Kondisi saat ini alhamdulilah mulai membaik,"ujar dia.
Berdasarkan keterangan dari pihak medis klinik di Kecamatan Plered dan Sukatani, tempat di mana korban dirawat memberikan diagnosa yang sama, mereka terserang penyakit gastroenteritis (GEA) yang menyebabkan pasien muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan.
Baca Juga: Gegara Seruput Kopi Jantan, 14 Warga Keracunan
Terutama lambung dan usus. Kedua pasien yang dirawat rawat di kedua klinik tersebut telah pulang sejak tadi pagi.
"Pasien datang kemarin sore, obat muntah dan diare namun tadi pagi sudah pulang," kata Yuni, salah satu Dokter jaga di Klinik Plered.
Berita Terkait
-
Gara-gara Sering Konsumsi Obat Warung, Nunung Tewas
-
Makan Nasi Ultah, Warga Satu RT di Tuban Keracunan Massal
-
Perawat RSUD Cianjur Keracunan Massal Usai Minum Susu Kedaluwarsa
-
Puluhan Siswa SD di Serang Diduga Keracunan Jajanan Mie Goreng
-
Tewaskan 2 Orang, Ini Temuan Fakta Baru Kasus Keracunan Massal di Sukabumi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
Banjir Karawang Bukan Sekadar Faktor Alam, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Tanggul yang Seadanya
-
Kunjungi Ponpes Fathul Ma'ani, Momen Kaesang Pangarep Main Kuis dengan Santri
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana