Agung Sandy Lesmana
Ilustrasi - pelipatan surat suara di Depok, Jawa Barat. [Suara.com/Supriyadi]

SuaraJabar.id - Kantor KPU Kota Depok di Jalan Kartini ikut terendam sejak kota petir tersebut terendam banjir imbas curah hujan yang terjadi pada Rabu (1/1/2022) lalu.

Imbas dari banjir di awal tahun 2020 tersebut mengakibatkan puluhan dokumen terkait pemilihan umum ikut terendam. 

"Kantor yang kami tempati sudah melahirkan tiga periode pemimpin eksekutif dan legislatif di Kota Depok juga kebanjiran setinggi 40 cm," kata Ketua KPU Depok Nana Shobarna seperti dikutip dari Ayobandung.com--jaringan--Suara.com, Jumat (3/1/2020).

Nana mengaku sangat sedih karena tidak ada satu pun pihak yang memberikan perhatian, terutama Pemerintah Kota Depok. Padahal, pengajuan pembangunan kantor KPU sudah berkali-kali disampaikan ke Pemkot Depok.

Baca Juga: Anies Baswedan: Anak-anak Senang Main Air tuh saat Banjir

"Kami berharap ini menjadi perhatian prioritas Pemkot Depok, yang paling penting buat kami adalah kenyamanan dalam bekerja yang didukung sarpras yang memadai," ujar Nana.

Menurut Nana, ada beberapa dokumen atau arsip terkait pemilu yang ikut terendam air.

"Beberapa arsip administrasi memang ada yang kebasahan, syukurnya kami memiliki file digitalnya," katanya.

Komentar