SuaraJabar.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat resmi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire, yakni Nasri Bank, Raden Ratna Ningrum dan Ki Ageng Rangga sebagai tersangka.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Saptono Erlangga mengatakan, ketiganya terbukti melakukan tindak kriminal penyebaran berita bohong dan sengaja membuat keonaran di masyarakat.
“Terkait dengan Sunda Empire, pada hari ini kita akan sampaikan. Usai penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat, dari rangkaian penyelidikan sampai dengan penyidikan, hari ini kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Saptono dalam konferensi pers di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta pada Selasa (28/1/2020).
Setelah kemunculan Kasus Sunda Empire di beberapa media sosial, salah satu Tokoh Majelis Adat Sunda Muhammad Ari kemudian melaporkannya kepada polisi.
“Dari laporan kronologis yang disampaikan oleh pelapor, bahwa terkait dengan Sunda Empire ini merupakan penyiaran berita bohong yang sengaja untuk membuat keonaran di masyarakat atau dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak pasti,” katanya.
Penyidik melakukan proses penyelidikan, sejak adanya laporan dengan melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan beberapa saksi-saksi dan dimintai keterangan.
“Saksi pelapor, Muhammad Ari, kemudian saudara Sri Rohati, Eva Susanti marketing di Hotel Isola Resort yang lokasinya digunakan untuk kegiatan Sunda Empire tahun 2019 yang melakukan kegiatan sebanyak empat kali. Dan saksi lainnya," katanya.
Kontributor : Emi La Palau
Baca Juga: Jelang Penetapan Tersangka, Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Sunda Empire
Berita Terkait
-
Jelang Penetapan Tersangka, Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Sunda Empire
-
Disebut Pembohong, GP Ansor Ancam Somasi Pendiri Sunda Empire Rangga Sasana
-
Petinggi Sunda Empire Ngaku Kader NU Tulen, GP Ansor: Pembohong!
-
3 Petinggi Sunda Empire Diperiksa Hari Ini, Bakal Jadi Tersangka?
-
Tatanan ABCD dan De Heeren Zeventien, 4 Klaim Sunda Empire yang Menggelitik
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
-
Tipu Korban Rp2 Miliar Pakai Cek Kosong, Berkas Rio Delgado Hassan Resmi Dilimpahkan ke Kejati Jabar
-
Pabrik di Tangerang Klarifikasi Isu Pencemaran: Ada Dugaan Pemerasan?