SuaraJabar.id - Anak-anak korban gempa Sukabumi masih merasakan belajar di bawah tenda. Sekolah mereka hancur karena gempa Sukabumi 5 skala richter.
Petugas gabungan BPBD dan TNI mendirikan tenda darurat untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa-siswi SDN Jayanegara, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, sejak Kamis (12/3/2020).
Kepala SDN Jayanegara, Didi Suryadi mengatakan, sebanyak 257 pelajar masih diliburkan akibat tiga bangunan mengalami rusak berat, dampak dari gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu.
"Bangunan yang ambruk itu diantaranya satu ruangan perpustakaan, dan dua ruangan kelas dan ruangan kelas lainnya mengalami rusak ringan," ujar Didi.
Didi menjelaskan, sejak gempa merusak beberapa bangunan sekolah, siswa-siswi sempat diliburkan sementara waktu lantaran khawatir ada gempa susulan. Sekarang, agar KBM bisa tetap berjalan, akhirnya dibangun dua tenda darurat.
"Kami sudah membangun dua tenda agar KBM tetap berjalan. Sesuai arahan dinas senin depan siswa sudah bisa mulai melakukan ulangan tengah semester kembali," terangnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mencatat 22 sekolah mengalami kerusakan dampak dari Gempa Kalapanunggal pada Selasa sore lalu. Namun sebagian besar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan, kecuali bagi siswa SDN Jayanegara di Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi.
Hal ini ditegaskan Khusyairin Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi setelah melakukan peninjauan dan evaluasi dampak gempa di sejumlah lembaga pendidikan. Data sementaraa da 13 sekokah terdampak gempa di Kecamatan Kabandungan dan 9 sekolah rusak di Kecamatan Kalapanunggal.
“Untuk kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah saat ini. Jika rusak ringan bisa melanjutkan kegiatan belajar kecuali yang rusak berat seperti SDN Jayanegara di Kecamatan Kabandungan,” jelas Khusyairin.
Baca Juga: Korban Gempa Sukabumi Menderita, Tidur di Emperan, Butuh Terpal
Untuk SDN Jayanegara seluruh siswa bukan diliburkan tapi free KBM.
“Maksudnya tetap masuk sekolah namun belum belajar maksimal lebih banyak aktifitas di luar kelas khusus bagi sdn jayanegara yg rusak total.”
Senin menurut Khusyairin siswa SDN Jayanegara dipayakan muali aktif belajar.
“Akan dibangun ruang kelas darurat. Jika ruang kelas darurat belum selesai makan akan belajar menggunakan tenda sementara dari BPBD dan PMI, kami sudah berkordinasi dengan dua lembaga tersebut,” sambungnya.
Siswa harus segera kembali beraktivitas karena harus mengikuti ujian tengah semester.
“Insya Allah Senin semua kembali masuk ke sekolah, dengan fasilitas darurat ataupun kembali ke ruang belajar jika tidak rusak atau punya potensi rusak akibat gempa kemarin,” pungkas Khusyairin.
Berita Terkait
-
Korban Gempa Sukabumi Menderita, Tidur di Emperan, Butuh Terpal
-
Gempa Sukabumi, 664 Rumah di Bogor Hancur, Sekolah Ambrol
-
22 Sekolah Rusak karena Gempa Sukabumi, Tapi Masih Bisa Buat Belajar
-
Ridwan Kamil ke Warga Sukabumi: Awas Gempa Susulan
-
Kondisi Terkini di Sukabumi usai Diguncang Gempa 5,0 Magnitudo
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya