SuaraJabar.id - Pemerintah provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mulai menerapkan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru secara bertahap mulai Juni 2020. Untuk tahap awal, penerapan New Normal diterapkan di 15 daerah kabupaten/kota yang sudah dinyatakan dalam zona biru.
“Berdasarkan hasil kajian, ada 60 persen daerah biru, 40 persen zona kuning. Karena kriteria ilmiah zona biru masuk level dua terkendali, maka 60 persen ini yang kami beri izin New Normal yang kami sebut AKB atau adaptasi kebiasaan baru,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang biasa disapa Emil, saat konferensi pers di rumah dinasnya pada Jumat (29/5/2020).
Emil menungkapkan 15 daerah yang akan mulai menerapkan New Normal meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Kabupaten Tasik, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya.
Sedangkan, 40 persen daerah lainnya yang masih berada di zona kuning akan tetap melanjutkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional.
Baca Juga: New Normal di Jabar, Salat Berjemaah Akan Kembali Diizinkan di Masjid
Untuk PSBB diketahui dibagi menjadi dua, yakni wilayah Kabupaten/Kota Bogor-Kota Depok-Kabupaten/Kota Bekasi (Bodebek) akan melanjutkan PSBB mengikuti DKI Jakarta hingga 4 Juni 2020. Sedangkan di luar Bobedek akan dilanjutkan PSBB sampai 12 Juni 2020.
“Kami melaporkan perkembangan menggembirakan, 12 daerah zona kuning, yang tadinya 19, tidak ada zona merah, sudah masuk kuning, biru hanya 5 sekarang 15. 40 persen zona kuning, tetap waspada maka 12 kota Kabupaten kami tetap rekomendasikan melakukan PSBB,” katanya.
Emil juga menjelaskan fase-fase New Normal yang dimulai dengan pembukaan pada sektor ekonomi yang bertahap, mulai dari yang memiliki resiko rendah tetapi memiliki imbas ekonomi lebih besar yaitu pada sektor industri. Kemudian pada rumah ibadah sudah dapat dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Tahapan tersebut nantinya akan dievaluasi selama tujuh hari, lalu bertahap untuk pembukaan mal dan lainya. Jika masih terdapat peningkatan penularan, maka akan dievaluasi untuk New Normal.
Emil mengungkapkan, jika masih ada peningkatan, maka kemungkinan PSBB akan diterapkan kembali. Emil juga mengimbau kepada masyarakat bahwa New Normal tidak disambut dengan euforia.
Baca Juga: 3 Daerah Zona Merah Corona, Ini Alasan Pemprov Jabar Jalankan New Normal
“Kita sepakati evaluasi (new normal) semua pertujuh hari kerja. Satu minggu kita akan evaluasi, industri dan perkantoran, dievaluasi tujuh hari baru masuk ke mall atau high rsik atau tinggi risiko. Setelah aman semoga bisa terjaga. Masyarakat jangan euforia berlebihan.”
Berita Terkait
-
Lisa Mariana Makin Berani Umbar Foto Kehamilan Anak RK, Ekspresi Wajah Dipertanyakan: Katanya Stres?
-
Desak Ridwan Kamil Akui Anaknya, Lisa Mariana Dicibir Ngebet Jadi Istri Pejabat
-
Kini Soroti Utang Masjid Al Jabbar, Dedi Mulyadi Pernah Sindir Ridwan Kamil: Sekolah Amerika, tapi
-
Bahas Perselingkuhan, Lisa Mariana Akui Butuh Uang Ridwan Kamil
-
Bertemu Ridwan Kamil Juni 2021, Anak Lisa Mariana Lahir Januari 2022
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar