SuaraJabar.id - Polisi membongkar bisnis prostitusi online di Apartemen Jardin Bandung. Dari penelusuran polisi, mucikari menjajakan anak buah mereka dengan tarif yang beragam.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, dari dua mucikari yang diamankan yakni M. Taufik Ismail (21) dan Deri Indriana (24), diketahui bahwa mereka menawarkan jasa prostitusi melalui aplikasi pesan MiChat.
"Jasa yang ditawarkan kedua mucikari ini, harganya variatif. Berkisar Rp300 sampai Rp400 ribu," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, Senin (14/12/2020).
Ulung memaparkan, dalam satu hari mereka bisa mendapatkan pendapatan kotor Rp1 juta rupiah. Uang tersebut, dibagikan rata kepada para wanita yang dipekerjakan oleh keduanya.
Dari data yang didapat wartawan, para wanita yang dipekerjakan dalam bisnis ini, mereka berumur rata-rata 20 sampai 25 tahun. Kebanyakan dari wanita pekerja seks ini berasal dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.
Unit di Apartemen Jardin yang dijadikan tempat menjalankan bisnis esek-eseknya merupakan unit yang disewa kedua mucikari. Mereka menyewa dengan harga 200 ribu perhari.
Dalam kasus ini polisi amankan beberapa alat bukti, di antaranya uang tunai hasil bisnis esek-esek senilai Rp700 ribu, dua kunci akses unit Apartemen Jardin, beberapa alat kontrasepsi, serta dua ponsel yang dijadikan alat untuk pemasaran jasa esek-esek.
"Pada kasus ini kita terapkan Pasal 296 Jo Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana penjara satu hingga empat tahun penjara," pungkasnya.
Kontributor : Cesar Yudistira
Baca Juga: Baru Tiga Bulan Bikin Tembakau Gorila, BCL Sudah Jual 30 Kilogram
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Potensi Rp104,43 Triliun Disorot, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit
-
Pengembang Properti Perkuat Konsep Kawasan Terpadu, Ini Strateginya
-
Jaro Ade : 417 Siswa SMP di Dramaga dan Petir Diduga Keracunan MBG