SuaraJabar.id - Tingginya jumlah pasien Covid-19 di Kota Bandung menyebabkan keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan yang ada di Kota Kembang hanya tersisa 122 bed.
Dari catatan Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, hingga Senin (18/1/2021) tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 sudah mencapai 90,72 persen atau sudah terisi 1.193 unit.
"Keterisian kamar tidur RS itu di angka 90,72 persen. Sebanyak 1.193 tempat tidur terisi masih ada 122 tempat tidur kosong. Kita menginginkan tidak terpakai," ujar Ketua Satgas Harian Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna seperti dilansir dari Ayobandung.com-jaringan Suara.com pada Senin (18/1/2021).
Dikatakannya, level kewaspadaan penyebaran Covid-19 Kota Bandung berada di zona oranye atau sedang. Namun tak menutup kemungkinan, jika kemudian kasus penyebaran Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan.
Baca Juga: Pasien COVID-19 Tewas Ditolak 10 RS, Kadinkes Depok: Rumah Sakit Penuh
Lebih lanjut, Ema meminta masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar di rumah, sebab kasus penyebaran Covid-19 aktif sudah mencapai 1.000 lebih.
Pun kasus positif Covid-19 terus mengalami kenaikan yang diklaim bagian dari upaya trasing dan testing.
Untuk kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bandung mencapai 7.062 kasus, terdiri atas 1.135 kasus positif aktif, kasus pasien sembuh 5.764 dan pasien meninggal dunia sebanyak 163 kasus.
"7.062 konfirmasi (kumulatif), penambahan 119. 1.135 (aktif) penambahan 58 sudah mencapai angka satuan ribu aktif makanya hati-hati," ujarnya.
Ia menyebut peningkatan kasus Covid-19 salah satunya disebabkan upaya survailance yang dilakukan seperti trasing dan tracing. Oleh karena itu, peningkatan kasus Covid-19 terjadi bagian konsekuensi dari pengetesan masif yang dilakukan.
Baca Juga: Pasien COVID-19 Depok Tewas Ditolak 10 Rumah Sakit, Ini Kata Satgas COVID
"Meningkat terus naik," katanya.
Berita Terkait
-
Profil Frans Datta, Rektor Universitas Maranatha yang Jawab 'Tantangan' Walkot Bandung
-
Trauma Kasus Yana Mulyana, Wali Kota Bandung Farhan Minta Bimbingan KPK untuk Pencegahan Korupsi
-
Kekayaan Muhammad Farhan di LHKPN, Berani Tolak Suap Proyek Rp3 Miliar
-
Farhan Koar-Koar Ogah Diajak Main Film Usai Jabat Wali Kota Bandung, Siapa Kena Sindir?
-
Skandal Bandung Smart City: KPK Dalami Aliran Dana ke DPRD, 9 Saksi Diperiksa
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar