SuaraJabar.id - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan kediaman Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna pada Selasa (16/3/2021) sekitar pukul 15.21 WIB.
Sekitar enam jam petugas petugas berada di kediaman Aa Umbara. Bukan hanya rumahnya, KPK juga terpantau memasuki rumah keluarga Aa Umbara lainnya masih masih berada di sekitar RT 03/02, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Terpantau ada lima mobil jenis Toyota Innova Reborn yang keluar dari kediaman Aa Umbara. Belum diketahui jelas apa yang dihasilkan dari pemeriksaan kali ini. Sebab, semua mobil petugas KPK dimasukan ke garasi rumah Aa Umbara.
Orang asing tidak diperkenankan masuk sama sekali. Namun sempat terpantau ada beberapa kardus berwarna coklat yang dimasukan ke salah satu mobil yang dibawa petugas KPK.
Baca Juga: KPK Sita Sejumlah Aset di Kasus Suap Edhy Prabowo, Total Rp 89,9 Miliar
Sebelumnya, Ketua KPK Firly Bahuri mengatakan, kedatangan para petugas lembaga antirasuah ke kediaman Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna untuk mencari barang bukti kasus dugaan korupsi.
"KPK memang sedang melakukan beberapa kegiatan terkait dengan pemeriksaan saksi maupun pencarian barang bukti tentang dugaan suatu perkara pidana," ungkap Firly di Mason Pine, Padalarang, Selasa (16/3/2021).
Firly membenarkan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dugaan kasus korupsi yang menyeret Bupati Bandung Barat Aa Umbara. Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti.
Dirinya meminta masyarakat menunggu hasil dari pemeriksaan KPK. Pihaknya dalam waktu dekat ini bakal mengungkap kasus apa yang menyeret Bupati Bandung Barat.
"Nanti pada saatnya kami akan sampaikan, kasus apa yang terjadi siapa saja yang terlibat, barang bukti apa saja nanti kita akan sampaikan," tegasnya.
Baca Juga: KPK Sebut Pejabat Pemprov Sulsel Malas Laporkan Harta Kekayaan
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Pakar Jelaskan Alasan KPK Tak Perlu Ikuti RUU KUHAP Soal Penyadapan
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
KPK Undur Batas Waktu Penyampaian LHKPN Bagi Pejabat Hingga 11 April 2025
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
-
KPK Buka Layanan Kunjungan dan Pengiriman Barang untuk Tahanan pada Hari Raya Idulfitri
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar