Setidaknya ada sejarah yang tercatat pada tahun 430, 433, 434, 437, 452. Prasasti yang menjadi peninggalan Purnawarman yakni Prasasti Kebon Kopi. Pada abad ke 6 dan 7, Kerajaan Tarumanegara menjadi penguasa tunggal di Jawa Barat.
Beberapa tokoh yang pernah menjadi bupati Kabupaten Bogor adalah Ipik Gandamana pada 1948 hingga 1949, R.E. Abdoellah 1550-1958, Raden Kahfi 1958-1961, Karta Dikaria 1961-1967, Wisatya Sasmita 1967-1973, Raden Mochamad Muchlis 1973-1976, H. Ayip Rughby 1975-1982, Soedrajat Nataatmaja 1982-1988, H. Eddie Yoso Martadipura 1988-1998, Kol. H. Agus Utara Effendi 1998-2008, Drs. H. Rahmat Yasin 2008-2014, Hj. Nurhayanti 2014-2019, Hj. Ade Munawaroh Yasin 2019 hingga sekarang.
Ciri khas kabupetan ini adalah Ttuwung Kawung. Tuwung Kawung terletak di gerbang masuk jalan Tunggul Jawung.
Tempat wisata kabupaten Bogor yakni Riung Gunug, Tambang Emas Pongkor, Taman Safari Indonesia, Taman Sri Bagenda, Sumber Mata Air Jalatunda, Taman Buah Mekar Sari, Telaga Warna, Wisata Pendidikan Bodogol, Hutan Wisata Catang Malang, Danau Lido, Taman Kupu-Kupu, Curug Cilember, Gunung Salak, Curug Dengdeng, Curug Cigamea, Curug Seribu, Kawah Ratu.
Baca Juga: Sejarah Kota Sukabumi, Dulu Namanya Soeka Boemi Artinya Kesenangan dan Kebahagiaan
Ada juga Bumi Perkemahan Gunung Bunder, Curug Ngumpet (Kecamatan Pamijahan), Gua Gundawang (Kecamatan Cigudeg), Wanawisata Gunung Pancar (Kecamatan Babakan Madang), Curug Luhur, Curug Titis (Kecamatan Ciomas), Curug Nangka (Kecamatan Ciomas / Tamansari), Wanawisata Penangkaran Rusa, Curug Giri Jaya dan Gua Walet (Kecamatan Cariu).
Kabupaten Bogor memiliki keunikan berupa senjata tradisional. Senjata tradisional khas Kabupaten Bogor adalah Kujang. Kujang sejak dulu digunakan sebagai alat penunjang kegiatan pertanian dan perkebunan.
Kujang merupakan simbol keperwiraan, tak gentar dalam menegakkan kebenaran. Kujang identik dengan keberanian dan keagungan. Selain itu, Kabupaten Bogor juga memiliki keunikan lain yakni berupa tipologi daerahnya.
Tipologi Kabupaten Bogor terdiri dari tiga klaster yakni Ciampea, Jasinga, dan Parung Panjang. Daerah-daerah tersebut diketahui cocok untuk bercocok tanam, khususnya tanaman seperti jagung, kacang, kedelai.
Pada klaster Parung Panjang cocok dikembangkan untuk peternakan ayam, tanaman berupa ubi kayu, kacang tanah, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Digusur PT KAI, Warga Anyer Dalam Bandung Bertahan di Atas Reruntuhan
Demikian sejarah Kabupaten Bogor beserta tempat wisata, senjata tradisional, topologi daerah, dan pemimpin dari masa ke masa. Kabupaten Bogor menyimpan banyak cerita sejarah yang semakin menarik untuk diketahui.
Berita Terkait
-
Benarkah Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal di Indonesia? Ini Faktanya
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Ole Romeny Cetak Sejarah Baru 2 Kali Debut Timnas Indonesia
-
Selangkah Lagi Timnas Indonesia Kembali Cetak Sejarah
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar