Meski memiliki wilayah geografis berupa pegunungan dan pantai, sektor unggulan kabupaten ini ternyata bukan pariwisata, melainkan pertanian. Pada Maret 2019, Bupati Subang, Ruhimat mengatakan, pertanian merupakan sektor unggukan Kabupaten Subang dan menjadi prioritas penting dalam pembangunan Kabupaten Subang. Salah satu pertanian yang menjadi unggulan adalah sawah padi dengan luas lahan hingga Maret 2019 sekitar 97.539 hektare dan bisa memproduksi padi sebanyak 31 ribu ton setiap tahunnya.
Selain padi, komoditas pertanian yang menjadi unggulan di Kabupaten Subang adalah teh, tebu dan nanas. Kita tahu Subang adalah salah satu daerah penghasil nanas yang suda terkenal. Salah satunya adalah Nanas madu.
Ciri khas Kabupaten Subang
Secara kultur dan budaya, masyarakat Kabupaten Subang termasuk suku Sunda. Dalam keseharian pun mereka menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun di wilayah pesisir, kultur Sunda tak begitu kentara. Khususnya di sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang sungai Cipunegara, umumnya penduduk setempat menggunakan bahasa Jawa.
Baca Juga: Sejarah Kabupaten Bogor: Warisan Budaya, Tipologi, dan Tempat Wisata
Meski begitu ada sejumlah kesenian yang identik dengan Kabupaten Subang dan menjadi ciri khas daerah ini. Kesenian itu diantaranya:
1. Sisingaan
Sisingaan adalah kesenian asli dari Kabupaten Subang. Laman subang.go.id menulis, Mulanya kesenian ini digelar sebagai ritual masyarakat yang ingin menyunat anak laki-lakinya. Agar anak tersebut tidak takut, maka is dihibur terlebih dahulu dengan sisingaan dengan cara duduk di atas kursi kecil yang dihias seperti singa. Lalu sisingaan tersebut diangkat oleh sejumlah orang dewasa dan diarak keliling kampung dengan tarian dan alunan musik khas Subang.
2. Kesenian Gembyung
Gembyung adalah kesenian khas Kabupaten Subang yang merupakan permainan musik tradisional/ Hingga kini kesenian Gembyung masih dilestarikan dan biasa dimainkan sebagai hiburan rakyat dalam acara pesta khitanan atau pernikahan. Kesenian ini juga digunakan dalam upacara adat seperti ruwatan bumi, minta hujan dan mapag dewi sri.
Baca Juga: Sejarah Kota Cirebon, Diawali dari Sebuah Dukuh Kecil
3. Doger Kontrak
Berita Terkait
-
Bolehkah Membangun Masjid dengan Dana Pinjaman? Dedi Mulyadi Singgung Al Jabbar
-
7 Fakta Menarik Masjid Al Jabbar, Disebut Dibangun Dengan Utang Rp3,4 Triliun
-
Libur Lebaran, Kawasan Wisata Puncak Macet Total
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
Tag
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar