Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Kamis, 25 November 2021 | 11:07 WIB
Kabupaten Subang

Meski memiliki wilayah geografis berupa pegunungan dan pantai, sektor unggulan kabupaten ini ternyata bukan pariwisata, melainkan pertanian. Pada Maret 2019, Bupati Subang, Ruhimat mengatakan, pertanian merupakan sektor unggukan Kabupaten Subang dan menjadi prioritas penting dalam pembangunan Kabupaten Subang. Salah satu pertanian yang menjadi unggulan adalah sawah padi dengan luas lahan hingga Maret 2019 sekitar 97.539 hektare dan bisa memproduksi padi sebanyak 31 ribu ton setiap tahunnya.

Selain padi, komoditas pertanian yang menjadi unggulan di Kabupaten Subang adalah teh, tebu dan nanas. Kita tahu Subang adalah salah satu daerah penghasil nanas yang suda terkenal. Salah satunya adalah Nanas madu.

Ciri khas Kabupaten Subang

Secara kultur dan budaya, masyarakat Kabupaten Subang termasuk suku Sunda. Dalam keseharian pun mereka menggunakan bahasa Sunda untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun di wilayah pesisir, kultur Sunda tak begitu kentara. Khususnya di sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang sungai Cipunegara, umumnya penduduk setempat menggunakan bahasa Jawa.

Baca Juga: Sejarah Kabupaten Bogor: Warisan Budaya, Tipologi, dan Tempat Wisata

Meski begitu ada sejumlah kesenian yang identik dengan Kabupaten Subang dan menjadi ciri khas daerah ini. Kesenian itu diantaranya:

1. Sisingaan

Sisingaan adalah kesenian asli dari Kabupaten Subang. Laman subang.go.id menulis, Mulanya kesenian ini digelar sebagai ritual masyarakat yang ingin menyunat anak laki-lakinya. Agar anak tersebut tidak takut, maka is dihibur terlebih dahulu dengan sisingaan dengan cara duduk di atas kursi kecil yang dihias seperti singa. Lalu sisingaan tersebut diangkat oleh sejumlah orang dewasa dan diarak keliling kampung dengan tarian dan alunan musik khas Subang.

2. Kesenian Gembyung

Gembyung adalah kesenian khas Kabupaten Subang yang merupakan permainan musik tradisional/ Hingga kini kesenian Gembyung masih dilestarikan dan biasa dimainkan sebagai hiburan rakyat dalam acara pesta khitanan atau pernikahan. Kesenian ini juga digunakan dalam upacara adat seperti ruwatan bumi, minta hujan dan mapag dewi sri.

Baca Juga: Sejarah Kota Cirebon, Diawali dari Sebuah Dukuh Kecil

3. Doger Kontrak

Load More