SuaraJabar.id - Polda Jawa Barat berjanji akan membenahi pelayanan kepada masyarakat. Janji ini diutarakan usai viralnya kisah pengemudi ojek online (ojol) yang ngaku dicuekin anggota Polsek Cileungsi saat melapor kasus kehilangan motor.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebut peristiwa ini akan menjadi pembelajaran bagi pihaknya.
"Kasus yang terjadi, merupakan koreksi bagi Polda Jabar. Terima kasih kepada masyarakat sudah memberikan masukkan yang baik untuk kita melakukan pembenahan pelayanan yang lebih baik dan lebih menyempurnakan standart pelayanan yang sudah ada," kata Tompo kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).
Tompo menyampaikan, Polri terbuka dengan segala saran dan masukan dari masyarakat untuk berbenah diri. Hal ini, kata dia, sebagai komitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
"Polri senantiasa berkomitmen untuk berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.
Dicuekin
Pengemudi ojol berinisial CH (38) sebelumnya mengaku kehilangan motor. Dia diduga ditipu oleh penumpangnya sendiri dengan modus ngajak makan dan meminjam motor untuk ke ATM.
Kisah CH ini tersebar di media sosial hingga viral. Dia mengaku sempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Cileungsi namun tidak dilayani baik hingga terjadi cekcok dengan anggota.
Belakangan, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengklaim pihaknya telah memproses anggota Polsek Cileungsi tersebut. Sanksi tegas menurutnya akan diberikan kepada yang bersangkutan.
Baca Juga: Sebarkan Sketsa Terduga Pembunuh Amel dan Ibunya, Polisi: Harap Lapor jika Mengenali
“Sudah ditindak tegas dengan penanganan kode etik dan disiplin,” kata Iman.
“Sudah diberi sanksi, penempatan khusus dan ditarik dari bagian pelayanan,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Bahar bin Smith Kembali Ajukan Penangguhan Penahanan, Istri Jadi Jaminan
-
Malu Atas Kelakuan Bahar Smith, Habib Bakar: Kami Keluarga Al bin Smith Mohon Maaf
-
Sebarkan Sketsa Terduga Pembunuh Amel dan Ibunya, Polisi: Harap Lapor jika Mengenali
-
Kasus Ujaran Kebencian Bahar Smith, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba