SuaraJabar.id - Harga telur ayam di Kota Cimahi, Jawa Barat konsisten terus mengalami kenaikan. Hal tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang dan pembeli.
Berdasarkan pantauan di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi pada Kamis (2/6/2022), harga telur ayam di pasar tradisional sudah menyentuh Rp 29 ribu per kilogram. Padahal normalnya rata-rata Rp 23-25 ribu per kilogram.
"Iya harganya naik bertahap. Sempat turun Rp 26 ribu per kilogram, sekarang perlahan naik lagi jadi Rp 29 ribu per kilogram," terang Linda Purnamasari (33), salah seorang pedagang telur ayam.
Menurut Linda, meroketnya harga telur ayam ras tersebut dikarenakan pasokannya yang berkurang. Biasanya ia mendapat pasokan telur ayam dari daerah Blitar, Jawa Timur.
Selain pasokan yang berkurang, harga pakan ayam yang juga naik dan sulit ikut mempengaruhi kenaikan harga telur ayam.
"Biasanya saya itu dipasok sehari 3 kwintal, sekarang cuma 2 kwintal. Terus harga pakannya juga katanya lagi susah," ujar Linda.
Dikatakannya, naiknya harga telur ayam itu menghambat penjualan. Pasalnya, konsumen kini mengurangi pembeliannya.
Linda mencontohkan, biasanya pedagang belanja hingga 2 kilogram, kini rata-rata hanya membeli 1 kilogram.
"Jadi naik harga ini bukannya untung, tapi malah sebaliknya. Pembelinya juga mengeluh, pada mengurangi belanja," tuturnya.
Baca Juga: Jadwal Libur Panjang Sekolah 2022 untuk Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta dan Yogyakarta
Untuk itu, Linda berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatas permasalahan kenaikan harga telur ayam ini.
"Bagi saya mending harganya normal, gak naik. Harapannya seperti itu," ucapnya.
Laksmi Sri Sundari (38), salah seorang konsumen pun dibuat kaget ketika mengetahui harga telur kini sudah naik lagi.
Kondisi tersebut tentunya sangat memberatkan bagi dirinya yang seorang single parent.
"Iya tadi beli telur ayam ternyata udah naik lagi. Buat saya yang jelas berat. Mudah-mudahan harganya segera normal lagi," katanya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Jadwal Libur Panjang Sekolah 2022 untuk Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta dan Yogyakarta
-
Hari Ketujuh Pencarian Emmeril Khan Mumtadz Belum Ditemukan, Interpol Terbitkan "Yellow Notice" untuk Putra Ridwan Kamil
-
Biadab! Ayah Kandung Diduga Cabuli Anaknya Sendiri di Cimahi, Korban Trauma Berat
-
Unggahan Mahasiswi Unisa Yogyakarta Pasang Kateter ke Pasien Disorot, Anak Kelas 5 SD Telan Jarum dan Dilarikan ke RS
-
Terpopuler: Penjelasan Tingginya Harga Telur di Cianjur hingga Remaja Asal Palembang Tewas Mengenaskan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor