SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 60 rumah terdampak pergerakan tanah di Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana segera direlokasi ke wilayah yang dinilai aman.
Kordinator Lapangan BPBD Cianjur Herman di Cianjur, Selasa (17/12/2024), mengatakan setelah dilakukan kajian puluhan rumah warga terdampak pergerakan tanah akan di relokasi ke tanah milik desa yang tidak jauh dari perkampungan setelah dilakukan pendataan.
"Pendataan rumah yang direlokasi dilakukan Dinas Perkimtan Cianjur, nanti dilakukan validasi data sebelum diajukan mendapat bantuan pembangunan rumah kembali ke pusat, sesuai petunjuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," katanya.
Hingga saat ini, tutur dia petugas gabungan terus memperbaiki data kerusakan akibat bencana pergerakan tanah di sejumlah kecamatan, karena sejak beberapa hari terakhir hujan deras kembali turun dengan intensitas tinggi menyebabkan kerusakan rumah bertambah.
Kemudian jumlah warga yang mengungsi di aula desa, rumah saudara dan sejumlah fasilitas umumnya kembali meningkat yang sebelumnya sudah sempat pulang ke rumah, namun pergerakan tanah kembali terjadi membuat tingkat kerusakan terus bertambah dari ringan menjadi sedang atau sedang menjadi berat.
"Jumlah warga yang mengungsi di Desa Sinarlaut sebanyak 40 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 115 orang, mereka menempati aula desa dan sejumlah tempat pengungsian yang dinilai aman dari pergerakan tanah," katanya.
Sedangkan untuk pelayanan makan selama mengungsi, kata dia sudah dibangun dapur umum lapangan yang dikelola petugas bersama warga, sehingga dapat menyediakan jatah makan 3 kali dalam sehari serta posko kesehatan berkoordinasi dengan puskesmas setempat.
"Kami berharap bencana segara usai masyarakat dapat kembali menjalani hidup normal, bagi warga yang direlokasi sudah disiapkan sejumlah bantuan termasuk sewa rumah selama pembangunan dilakukan," katanya.
Seperti diberitakan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang direlokasi dari kampung asal yang mengalami pergerakan tanah di Cianjur.
Baca Juga: BPBD Ciamis Sapu Bersih Eceng Gondok di Sungai Cibeet
Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur Cecep Alamsyah, mengatakan sesuai petunjuk dari BNPB, kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akan direlokasi mendapat bantuan pembangunan rumah sebesar Rp60 juta dan uang sewa rumah atau dibangunkan hunian darurat.
Selama pembangunan rumah dilakukan, warga akan mendapat bantuan sewa rumah sebesar Rp500 ribu selama enam bulan atau dibangunkan hunian darurat di lokasi yang dinilai aman dari pergerakan tanah, dimana pembangunannya akan dilakukan tim dari TNI/Polri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026