Scroll untuk membaca artikel
Syaiful Rachman
Senin, 24 Maret 2025 | 18:33 WIB
Pelepasan tim urai Polresta Cirebon untuk bertugas selama periode mudik Lebaran di Cirebon, Jawa Barat, Senin (24/3/2025). ANTARA/Fathnur Rohman.

SuaraJabar.id - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat mengerahkan sebanyak 200 personel tim urai untuk mengatasi potensi kemacetan atau kepadatan kendaraan di daerah itu selama periode mudik Lebaran 2025.

Kepala Polresta Cirebon Kombes Pol Sumarni di Cirebon, Senin (24/3/2025), mengatakan tim ini beroperasi di jalur tol dan jalan arteri guna memastikan kelancaran lalu lintas bagi para pemudik yang melintas di wilayah Cirebon.

“Tim ini terdiri dari 200 personel yang bertugas secara mobile. Mereka akan diterjunkan ke titik-titik rawan kepadatan guna mempercepat penanganan gangguan lalu lintas,” katanya dilansir ANTARA.

Sumarni memastikan tim ini akan bergerak cepat dalam menangani kemacetan, serta sebagian personel dikerahkan di jalur alternatif dan kawasan perkotaan guna mengantisipasi penumpukan kendaraan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Kompensasi ke Kusir Delman dan Penarik Becak, Begini Komentar Menhub

“Mereka akan berkoordinasi dengan petugas di pos pengamanan untuk mengatur rekayasa lalu lintas jika diperlukan,” ujarnya.

Ia menyebutkan selain mengatasi kemacetan, tim ini juga bertugas memberikan bantuan kepada pemudik yang mengalami kendala di perjalanan, seperti kendaraan mogok atau kecelakaan lalu lintas.

Polresta Cirebon turut meningkatkan pengawasan di rest area, terminal, dan lokasi lainnya yang menjadi titik perhentian pemudik guna mencegah tindak kejahatan jalanan.

"Kami ingin memastikan perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman. Tim ini selalu siaga untuk memberikan bantuan di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi hambatan lalu lintas," ujarnya.

Di luar pengaturan lalu lintas, kata dia, personel lainnya dari jajaran bhabinkamtibmas pun disiagakan untuk patroli di kawasan perumahan yang ditinggalkan warga saat mudik.

Baca Juga: Polresta Cirebon Siapkan Bus Mudik Gratis Tujuan Semarang, Kuota Cuma 150 Orang

Menurut dia, langkah ini dilakukan guna mencegah aksi kriminalitas, seperti pencurian rumah kosong.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat yang hendak mudik untuk meningkatkan kewaspadaan, baik saat berkendara maupun dalam menjaga keamanan rumah sebelum bepergian.

"Kami mengerahkan personel untuk patroli di perumahan dan kawasan pemukiman. Ini sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan selama Lebaran," ucap dia.

Kepala Satlantas Polres Cirebon Kota AKP Ngadiman saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan Mudik Lebaran, Polres Cirebon Kota Tutup 40 Titik Putar Balik

Polres Cirebon Kota, Jawa Barat menerapkan rekayasa lalu lintas di daerah itu, dengan menutup 40 titik putar balik (u-turn) guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama musim mudik Lebaran 2025.

Kepala Satlantas Polres Cirebon Kota AKP Ngadiman di Cirebon, Jumat (21/3/2025), mengatakan skema ini diterapkan untuk mengurai potensi kemacetan, terutama di jalur-jalur arteri di Kota Cirebon yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah.

“Selain 40 titik tadi, masih ada 10 u-turn lainnya, seperti di SPBU Tengahtani dan Hotel Aston, tetap kami buka secara tentatif. Jika terjadi kepadatan, maka akan langsung kami tutup,” kata Ngadiman dikutip ANTARA.

Ia menyampaikan tidak hanya pengaturan u-turn, pihaknya memastikan beberapa persimpangan utama di Kota Cirebon tetap dibuka agar mobilitas masyarakat tetap lancar.

Persimpangan tersebut, kata dia, berada di kawasan Kanggraksan, Pemuda, Terminal Harjamukti, dan Rajawali yang menjadi simpul pergerakan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah serta dari Kabupaten Kuningan.

“Jadi empat persimpangan ini tetap bisa diakses, agar tidak menghambat pergerakan kendaraan. Kepadatan arus lalin diprediksi terjadi di sejumlah titik rawan, seperti Tengahtani dan Kanggraksan, yang menjadi jalur pertemuan kendaraan dari Kuningan Cirebon,” katanya.

Ngadiman mengatakan telah disiapkan tim khusus yang akan diterjunkan di titik-titik strategis, untuk mengantisipasi kemacetan.

Selain itu, pihaknya pun mengerahkan tim urai kemacetan yang dibagi menjadi enam kelompok untuk bertugas di wilayah masing-masing.

“Tim ini siap bergerak cepat jika terjadi kepadatan di jalur Pantura maupun dalam kota,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk puncak arus mudik akan terjadi pada 27 dan 28 Maret 2025, dengan peningkatan volume kendaraan mulai terlihat pada akhir pekan ini.

“Sabtu besok kemungkinan sudah ada peningkatan arus dan pada Minggu kami siap menggelar Operasi Ketupat,” ucap dia.

Load More