- Kopi excelsa Sumedang bukan hanya komoditas, tetapi warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan cita rasa khas
- Kolaborasi antara e-commerce, dinas perkebunan, dan petani kopi berkontribusi pada penguatan ekosistem kopi Indonesia
SuaraJabar.id - Industri kopi Indonesia kembali mendapat suntikan semangat baru.
Dalam rangka memperingati Hari Kopi Sedunia, 1 Oktober 2025, Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan dukungan nyata bagi petani kopi excelsa di Sumedang, Jawa Barat.
Melalui inisiatif #SatuDalamKopi, para petani menerima bantuan mesin pengolahan kopi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen mereka.
Langkah ini dilakukan berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Perkebunan Kabupaten Sumedang.
Tak heran, Sumedang dipilih karena wilayah ini merupakan salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia dengan hasil kopi excelsa yang dikenal memiliki cita rasa khas dan masuk kategori grade 1.
“Melalui kolaborasi dengan Dinas Perkebunan Jawa Barat, kami berharap pemberian mesin pengolahan biji kopi bisa meningkatkan daya saing dan produktivitas kopi excelsa, baik di pasar lokal maupun nasional,” ujar Aditia Grasio Nelwan, Head of Communications Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia.
Kepala UPTD Balai Perlindungan Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Mochamad Sopian Ansori, menegaskan bahwa kopi excelsa asal Sumedang bukan sekadar komoditas, melainkan varietas yang mulai mendunia.
“Kami mengapresiasi langkah nyata Tokopedia dan TikTok Shop dalam mendukung geliat industri kopi di Jawa Barat. Harapan kami, kerja sama ini akan memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas, kuantitas, serta kesejahteraan petani,” jelasnya.
Senada dengan itu, Rainaldi, salah satu petani sekaligus prosesor kopi excelsa Sumedang, menyebut bahwa kopi excelsa adalah kebanggaan lokal.
Baca Juga: Menggeliat di Tanah Priangan: Kopi Excelsa Sumedang ke Panggung Dunia
“Kopi ini sudah berusia ratusan tahun, mampu bertahan dari hama dan penyakit. Panennya biasanya antara Juli hingga November, dan setiap butirnya membawa cerita panjang tentang ketekunan petani Sumedang menjaga tanah dan rasa kopi yang khas,” ungkapnya.
Baginya, kopi excelsa bukan hanya produk jualan, melainkan warisan leluhur yang wajib dijaga dan diteruskan.
Inisiatif #SatuDalamKopi sendiri sudah berjalan sejak 2024 sebagai bagian dari upaya digitalisasi UMKM dan pelaku usaha lokal, termasuk para petani kopi.
Dukungan dari Tokopedia dan TikTok Shop melalui distribusi mesin pengolahan, serta penguatan ekosistem pemasaran digital, terbukti memberi dampak pada tren penjualan kopi online di Jawa Barat.
Tak hanya membantu dari sisi produksi, inisiatif ini juga mendorong kopi excelsa semakin dikenal di pasar nasional hingga internasional.
Kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan diharapkan memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbaik dunia.
Berita Terkait
-
Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, Misteri Susu atau Makanan? Garut Tetapkan KLB
-
Terungkap! Alasan Mantan Menteri Jadi Ketum PPP: Amir Uskara Disebut-sebut
-
Aksi Boyong Pejabat Dedi Mulyadi dari Purwakarta ke Jabar Disorot, Sah atau Langgar Etika?
-
Polemik PPP di Titik Krusial: Mahkamah Partai Jadi Penentu Siapa Ketua Umum Sah
-
PPP Jabar Ungkap Drama Muktamar X, Dukungan Penuh untuk Agus Suparmanto
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Misteri di Balik Kamar Vila Garut: Rohaimin Berpulang dalam Sunyi, Uang Rp15 Juta Masih Utuh
-
Lelah Menagih Janji, Warga Cibening Sukabumi Patungan Rp50 Ribu Demi Bangun Jembatan
-
Drama Karpet Kuning di Bandung: Teka-teki Izin Kepolisian yang Membayangi Musda Golkar Jabar
-
Dua Perahu Karet Sisir Jalur Maut: Jejak Aris Masih Nihil Setelah Truknya Terjun ke Sungai Citanduy
-
WFH ASN Dimulai! Wali Kota Sukabumi Tegaskan Guru, Nakes, dan Pejabat Tetap di Lapangan