SuaraJabar.id - Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Senin petang telah memicu bencana di selatan Cianjur. Penyebab utama dari teror banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Sindangbarang adalah meluapnya Sungai Cimapag, yang tak lagi mampu menampung volume air hujan yang turun hingga Selasa (29/7/2025) dini hari.
Akibatnya, puluhan rumah terendam air bah setinggi 2 meter, memaksa 35 kepala keluarga untuk meninggalkan harta benda mereka demi menyelamatkan diri. Dua rumah bahkan tak sanggup bertahan, hanyut terseret arus deras sungai yang mengamuk.
Kronologi Luapan Sungai Cimapag
Bencana ini bukanlah peristiwa yang terjadi tiba-tiba. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, pemicunya adalah faktor alam yang sangat spesifik.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan secara rinci bagaimana rentetan peristiwa ini terjadi.
"Banjir terjadi setelah hujan turun deras sejak Senin (28/7) petang hingga Selasa dini hari yang menyebabkan Sungai Cimapag meluap dan merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian beragam," kata Asep dilansir dari Antara, Rabu 30 Juli 2025.
Luapan sungai ini menjadi penyebab langsung dari kerusakan masif yang terjadi. Derasnya arus tidak hanya merendam, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menghancurkan.
Kekuatan arus Sungai Cimapag yang meluap terbukti sangat destruktif. Dua desa, yakni Kertamukti dan Kertasari, menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Camat Sindangbarang, Ai Poetra, menyebut ketinggian air di sejumlah lokasi bahkan mencapai 2 meter.
Dampak paling parah dialami oleh dua keluarga yang harus kehilangan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Jembatan Ditelan Banjir, Ratusan Warga di Pelosok Cianjur Terancam Terisolasi
Mulai dari dua rumah semi permanen milik warga hanyut terbawa arus deras, sebanyak 35 kepala keluarga (terdiri dari 89 jiwa) terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman seperti balai desa.
Sementara untuk rumah yang hanyut mengalami rusak berat, memaksa pemiliknya untuk sementara waktu menumpang di kediaman kerabat.
"Tercatat dua dari puluhan rumah tersebut rusak berat hanyut terbawa banjir, beruntung pemilik rumah dan keluarganya lebih dulu mengungsi, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang baru surut Selasa pagi," ungkap Asep Kusmanawijaya.
Ancaman Penyebab Banjir Belum Usai
Meskipun pada Selasa pagi air mulai surut dan sebagian besar warga telah kembali untuk membersihkan lumpur sisa banjir, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Penyebab utama banjir, yakni hujan dengan intensitas tinggi, masih menjadi momok yang mengintai.
Pihak kecamatan telah mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak lengah. Kewaspadaan harus tetap dijaga, terutama saat cuaca kembali memburuk.
Tag
Berita Terkait
-
Jembatan Ditelan Banjir, Ratusan Warga di Pelosok Cianjur Terancam Terisolasi
-
Tragedi di Gang Sempit Cimahi: Dua Pekerja Tertimbun Longsor, Evakuasi Penuh Perjuangan
-
PERURI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Pergeseran Tanah di Purwakarta
-
Pembersihan Lumpur dan Penyaluran Air Bersih Pasca Banjir di Cianjur Dimulai
-
Dedi Mulyadi: Kinerja Jawa Barat di 2024 Baik, Namun Butuh Peningkatan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap