SuaraJabar.id - Kasus korupsi yang menjerat Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Cidaun, Cianjur, bukanlah sekadar berita kriminal biasa.
Ini adalah kisah tentang pengkhianatan amanah, keserakahan, dan jaringan kejahatan yang kini sedang diburu oleh polisi.
Di balik penangkapan Udan Supena, tersimpan sejumlah fakta miris yang membuat publik geram.
Berikut adalah 8 fakta kunci yang wajib Anda tahu tentang kasus ini.
1. Korupsi Kilat: Lenyap Hanya dalam 30 Hari
Fakta paling mencengangkan adalah kecepatan tindakan pelaku. Traktor roda empat bantuan pemerintah pusat itu diterima Gapoktan pada Agustus 2020.
Alih-alih digunakan untuk menggarap sawah, Udan Supena langsung "melego" aset tersebut hanya dalam waktu satu bulan. Kenekatan ini menunjukkan bahwa niat jahat itu kemungkinan besar sudah terencana.
2. Mimpi Petani Dihargai Rp 120 Juta
Harapan para petani untuk memiliki alat pertanian modern dihargai sangat murah oleh pemimpin mereka. Traktor tersebut dijual oleh Udan Supena seharga Rp 120 juta.
Baca Juga: Bukan Pelaku Tunggal? Jaringan Korupsi Traktor Cianjur Diburu Lintas Provinsi
Uang ini, menurut polisi, langsung digunakan untuk kepentingan pribadi sang ketua, mengabaikan sepenuhnya hak dan kesejahteraan anggota kelompok taninya.
3. Dibeli Lewat Jalur Aspirasi Anggota DPR RI
Ironisnya, traktor ini bukan bantuan biasa. Pengadaannya diperjuangkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Dapil Cianjur.
Artinya, ada proses panjang dan kepercayaan politik yang dilibatkan. Namun, amanah dari wakil rakyat dan harapan konstituennya justru dikorupsi di tingkat paling bawah.
4. Ada 'Uang Tutup Mulut' Sebesar Rp 18 Juta
Udan Supena diduga tidak beraksi sendirian. Polisi menemukan fakta bahwa sekitar Rp 18 juta dari hasil penjualan diberikan kepada salah seorang anggota Gapoktan lain.
Berita Terkait
-
Bukan Pelaku Tunggal? Jaringan Korupsi Traktor Cianjur Diburu Lintas Provinsi
-
Amanah yang Dikhianati, Mimpi Petani Cianjur Dijual Rp120 Juta oleh Pemimpinnya Sendiri
-
Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan
-
Ramzi Alami Insiden Jatuh dari Kuda, Respons Tak Terduga Netizen Curi Perhatian
-
7 Fakta Miris Penemuan Jasad Bayi di Sungai Cianjur: Luka Misterius hingga Dugaan Pelaku Orang Luar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam